Pemerintah Keluarkan PP Kesehatan Perketat Regulasi Susu Formula, Dilarang Iklan dan Beri Diskon
- inmagine.com
Picu pro dan kontra di masyarakat
Di satu sisi, peraturan tersebut diharapkan dapat mendukung program ASI eksklusif. Sebab, keberadaaan susu formula selama ini kerap dituding sebagai penyebab gagalnya ASI ekslusif. Namun, di sisi lain, peraturan ini justru memicu kekhawatiran publik, terutama para ibu.
Tidak sedikit dari ibu yang menggunakan susu formula lantaran mengalami masalah produksi ASI merasa berat dengan kenaikan harga susu. Kenaikan harga ini tentu akan berdampak pada biaya pengeluaran rumah tangga.
Di sosial media, PP No 28 ini juga memicu perdebatan publik. Sebagian besar netizen yang mendukung beralasan bahwa kesulitan dalam meng-ASI-hi dapat diatasi dengan usaha yang dilakukan oleh ibu dan juga konsultasi dengan konsultan laktasi.
Namun, tidak semua orang sependapat dengan pandangan ini. Beberapa netizen berargumen bahwa tekanan untuk mengutamakan ASI terkadang tidak mempertimbangkan kondisi kesehatan atau situasi personal ibu.
Sebab setiap ibu memiliki kemampuan dan keadaan yang berbeda-beda dalam menyusui.
Ilustrasi susu
- Pixabay/Couleur
Perdebatan ini menunjukkan bahwa kebijakan terkait ASI dan susu formula memang memerlukan pendekatan yang lebih inklusif dan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi kesehatan ibu dan kebutuhan bayi yang berbeda-beda.
Mengenai susu pertumbuhan untuk anak, Pengamat Sosial Universitas Indonesia, Devie Rahmawati mengakui masih banyak kesalah pemahaman terjadi di masyarakat.
Ia menyebut, konsumsi susu untuk masa pertumbuhan anak perlu di dorong, namun sebelumnya, masyarakat harus paham susu apa yang boleh dan tidak boleh untuk anak. Kental manis misalnya.
Susu yang seharusnya hanya digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan ini hingga saat ini masih banyak digunakan sebagai minuman susu untuk anak.
Ilustrasi susu/anak.
- Freepik
Penyebabnya adalah kesalahan turun-temurun yang diwariskan dari generasi terdahulu kepada saat ini tanpa adanya koreksi.
“Nenek saya, ibu saya, tetangga saya, tante saya begitu semua. Nah ini yang kemudian jadi rujukan bahwa itu adalah hal yang baik-baik saja,” kata Devie saat dikonfirmasi awak media baru-baru ini.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat adalah melalui edukasi gizi dan mendorong pemberian ASI ekslusif.
