Roy Marten Bongkar Sisi Gelap Kasus Narkoba di Penjara: Para Pengedar dan Bandar Disatukan

Roy Marten
Sumber :
  • VoxPop/Firda Junita

Jakarta, VoxPop – Roy Marten menjadi sorotan setelah mengungkap sisi kelam penanganan kasus narkoba di Indonesia. Pernah dua kali merasakan dinginnya hidup di balik jeruji besi karena kasus serupa, Roy kini dengan lantang mengkritik sistem lembaga pemasyarakatan yang menurutnya justru memperparah kondisi para pengguna narkoba.

img_title Pilot Malaysia Pembawa 70 Ribu Ekstasi Sedia Botol Urine Negatif Narkoba Buat Antisipasi Pemeriksaan Petugas

Roy menilai bahwa lapas seharusnya menjadi tempat pembinaan dan pemulihan. Namun, kenyataannya jauh dari harapan. Ia menilai bahwa penjara justru berubah menjadi “pasar terbuka” yang memperburuk kecanduan para pengguna. Scroll lebih lanjut yuk!

Menurut pengakuannya, sistem penempatan narapidana di penjara masih memiliki kesalahan fatal yang selama ini luput dari perhatian publik, yakni penyatuan antara pengguna narkoba dengan para pengedar dan bandar besar dalam satu lingkungan.

img_title Media Malaysia Gempar, Sorot Aksi Nekat Pilot Asal Negaranya Bawa 70 Ribu Butir Ekstasi ke Indonesia

“Celakanya, dia disatukan, para pengedar dan para bandar,” ungkap Roy Marten, dalam podcast YouTube Push Creative Production, dikutip Minggu 2 November 2025.

Roy menilai kondisi ini menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus. Alih-alih sembuh, para pengguna justru semakin terjerumus karena terus berinteraksi dengan para pengedar.

img_title Sempat Dikabarkan Ditangkap Bareskrim, Kasat Narkoba Polres Tangsel Disebut Berstatus Saksi

“Loh, ini kan perkumpulan orang sakit, dikasih bandar. Bagaimana mau sembuh?” ujarnya.

Kakek dari Gempita Nora Marten itu juga menggambarkan suasana di penjara yang minim kegiatan produktif, pengawasan longgar, dan mudah disusupi peredaran narkoba.

“Di dalam nggak ada kerjaan, ya makai,” tambahnya.

Roy menegaskan bahwa pendekatan hukuman penjara bukanlah solusi yang tepat untuk pengguna narkoba. Ia menyerukan agar pemerintah lebih fokus pada upaya rehabilitasi sebagai langkah pemulihan yang manusiawi dan efektif.

“Pengguna sebaiknya harus direhab tanpa alasan apapun,” tegasnya.

Menurutnya, pecandu yang memiliki niat sungguh-sungguh untuk pulih akan lebih memilih rehabilitasi dibandingkan penjara. Kritik keras Roy Marten ini diharapkan menjadi bahan refleksi bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk meninjau ulang sistem penanganan kasus narkoba di Indonesia. 

Ia berharap perubahan kebijakan dapat memberikan kesempatan kedua bagi para korban untuk sembuh dan kembali berkontribusi positif bagi masyarakat.

Ilustrasi sabu-sabu.

Jaringan Narkoba Mulai Gunakan Jasa Kondektur Bus sebagai Kurir, 3,77 Gram Sabu Disita

Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah mengungkap jaringan peredaran narkoba, yang memanfaatkan kondektur bus sebagai kurir di Gerbang Tol Banyumanik, Semarang.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut