Sindiran Menohok Denny Sumargo Buat Para Nakes yang Komentar Jahat di Kasus Yurizal
- Tangkapan Layar
Ia juga menyatakan kesediaannya untuk menjalani proses serta menerima konsekuensi apabila terdapat sanksi dari rumah sakit, organisasi profesi, maupun Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK).
Komentar Dokter Elda Juga Disorot
Selain dr. Benny, Denny Sumargo turut menampilkan komentar dari dr. Elda Putri Rahardini. Sosok tersebut juga menjadi perhatian publik setelah komentarnya terhadap Yurizal dianggap bernada merendahkan.
"Foto profilnya kayak orang punya, tapi aslinya tidak punya kah? Tidak punya beberapa sel otak," katanya.
Komentar itu kemudian memicu kritik luas di media sosial. Publik mempertanyakan bagaimana seorang tenaga kesehatan semestinya merespons keluhan pasien, khususnya ketika keluhan tersebut berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang sedang dialaminya.
Padahal, dr. Elda memiliki latar belakang akademik yang cukup menonjol. Ia diketahui pernah mendapatkan penghargaan Best Systematic Review dalam The 20th Congress of Asian College of Psychosomatic Medicine (ACPM), yang digelar bersamaan dengan The 8th Congress and Scientific Meeting of Indonesia Society of Psychosomatic Medicine pada 2025.
Ia juga diketahui merupakan penerima beasiswa LPDP untuk menempuh pendidikan spesialis penyakit dalam.
Namun, pencapaian tersebut tidak terlepas dari sorotan publik setelah komentarnya kepada Yurizal tersebar luas. Perdebatan yang muncul kemudian tidak hanya berkaitan dengan isi komentar, tetapi juga menyentuh persoalan etika komunikasi tenaga kesehatan di ruang publik.
Pada Selasa, 4 Agustus 2026, dr. Elda menyampaikan permintaan maaf melalui surat pernyataan terbuka. Ia mengakui bahwa komentarnya tidak pantas dan tidak etis serta menilai pernyataan tersebut telah bertentangan dengan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung dalam profesi kedokteran.
Akun media sosial dr. Elda juga disebut telah dinonaktifkan setelah polemik tersebut berkembang.
