- REUTERS/Yves Herman
Menurut Roy, tak perlu sebuah kelembagaan untuk memastikan komunitas Islam bisa berintegrasi. Buktinya, selama ini mereka bisa hidup di negara Prancis yang memegang konsep laicite yaitu memisahkan betul urusan agama dan negara. Selain itu, mengurusi agama justru akan bertentangan dengan prinsip negara Prancis yang sekuler dan laicite tersebut.
“Negara tak bisa mengurusi soal agama apalagi berkaitan dengan hal-hal teologis. Ya memang selama 30 tahun ini, pemerintah Prancis sudah mencoba hal-hal demikian dan proyek yang dicoba dibuat justru kontradiktif,” kata Roy.
Prediksi 2070
Seiring dengan pertumbuhan umat Muslim di Eropa, lebih jauh lembaga riset Pew Research Centre juga mengeluarkan prediksi bahwa diperkirakan, tahun 2070, umat Muslim jumlahnya akan paling besar di dunia. Hal itu bisa terjadi lantaran tingkat pertumbuhan Muslim di dunia disebut meningkat. Hal yang sama juga terjadi di Eropa, meski kini populasi Muslim masih sekitar 25 juta di benua tersebut.
Tingkat pertumbuhan populasi Muslim dunia disebut akan 73 persen mulai tahun 2050 mendatang. Sementara mulai 2010 hingga 2050, pertumbuhannya stabil meski tak menjangkau 73 persen. Pew menyebutkan, bahwa di periode 2010 hingga 2050 nantinya, pertumbuhan Muslim lebih besar dibandingkan Kristen yang diprediksi di kisaran 35 persen.
Pada 2010, ada sekitar 1,6 miliar Muslim di dunia dan 2,17 miliar umat Nasrani. Namun tahun 2050, diduga akan ada 2,76 miliar penduduk Muslim sementara Kristen berjumlah 2,92 miliar orang. Sementara jumlah atheis, agnostik penduduk tak beragama diperkirakan mengalami penurunan yang awalnya berjumlah 16,4 persen saat ini menjadi 13,2 persen tahun 2050 mendatang.
Yang patut dicatat, perkembangan jumlah Muslim yang signifikan akan terjadi di Amerika Utara dan Eropa. (ren)
Baca Juga
Dari Gibraltar Islam Menjalar di Eropa
