- VIIVAnews/Anwar Sadat
"Dulu, Soeharto menabrak kesempatan tokoh sipil, terutama jabatan duta besar. Banyak orang Kementerian Luar Negeri mengeluh karena posisi mereka diambil para perwira militer," ujar Guru Besar Universitas Pertahanan ini.
Saat itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan tidak ada niatan pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk menghidupkan kembali Dwifungsi TNI.
Menurut Luhut, wacana yang ada adalah menempatkan personel TNI sesuai dengan bidang dan kapasitas kemampuannya. Dia mengungkapkan, isu Dwifungsi TNI akan kembali diterapkan adalah “ngarang”.
"Enggak ada. Enggak ada. Ngarang itu Dwifungsi ABRI. Segala macam pengin main-mainin isu. Kita kan enggak bego," ujar Luhut, di Sleman, Minggu, 24 Februari 2019. (art)
