SOROT 136

Rindu (Daripada) Soeharto

Presiden Soeharto
Sumber :
  • www.nrc.nl

Selebihnya, kata Edy, Nasrep juga diperkuat bekas pejabat. Mulai dari purnawirawan, bekas bupati, Sekda, bekas camat, dan lain-lain. “Pembentukan embrio partai sudah hampir selesai. Kini kami tengah menyempurnakan AD/ART dan mempersiapkan deklarasi pada pertengahan Juni mendatang.”

img_title Usai Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Lanjut Ziarah ke Makam Soeharto

Kedengarannya partai ini sangat bersemangat untuk lolos verifikasi. Apalagi, ada sedikit tonik penyegar dari survei IndoBarometer pekan lalu. Hasil survei itu: mayoritas rakyat Indonesia di semua provinsi menyatakan lebih suka kondisi di era orde baru ketimbang era reformasi. “Hasil survei itu membuat kami semakin pede,”  kata Edy bangga.

Harus dicatat, survei IndoBarometer (lihat Infografik: Survei Rindu Soeharto) itu menyeruak di tengah aneka kisruh politik pemerintahan SBY sekarang. Sebut saja mulai kasus Century, NII, kasus suap proyek Sea Games,  atau drama politik seperti kasus studi banding, gedung mewah DPR, sampai kepergok nonton video porno di rapat paripurna.

img_title Anak Bos Jaringan Emas Ilegal Ikut Jadi Tersangka, Langsung Ditahan Bareskrim

Survei dengan metode multistage random sampling dan melibatkan 1200 responden itu mengungkapkan hal cukup menggegerkan. Sebanyak  55,4 persen rakyat menganggap kondisi umum di era reformasi tak lebih baik dari era Orde Baru.

Survei menunjukkan mayoritas rakyat (40,9 persen) merasa kondisi pemerintahan Soeharto lebih baik daripada kondisi saat ini. Cuma 22,8 persen beranggapan sebaliknya. Lebih spesifik lagi, mayoritas masyarakat (36 persen) bahkan lebih menyukai Soeharto daripada Susilo Bambang Yudhoyono (20,9 persen) atau Soekarno (9,2 persen) sebagai Presiden.

img_title Cara Soeharto Menyeleksi Pejabat Diungkap dalam Peringatan 105 Tahun Kelahirannya

Pro dan kontra atas survei itu pun pecah. Mereka yang  punya pengalaman buruk dengan orde baru sontak menyergah. "Saya rasa, (survei) salah. Apa kondisi Orde Baru yang lebih baik? Nggak ada yang baik, saya rasa..." kata Taufik Kiemas, suami bekas Presiden Megawati Soekarnoputri.

Dukungan atas hasil survei justru datang dari Ketua DPP Golkar, Priyo Budi Santoso. Secara pribadi Priyo mengaku percaya terhadap IndoBarometer yang dinilainya sebagai lembaga survei kredibel. “Tidak perlu ditanggapi dengan kalang-kabut. Biasa-biasa sajalah. Survei kan cerminan suara masyarakat, jadi harus diterima dengan lapang dada oleh semua pihak,” kata dia.

Reaksi berbeda juga datang dari kalangan peneliti. Peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi menemukan hasil survei IndoBarometer mirip survei dibuat LSI, terutama hal anjloknya popularitas SBY. "Survei [IndoBarometer) itu bisa benar, namun bisa salah. Tapi kalau tren turunnya sama," kata dosen Universitas Paramadina dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut