- REUTERS/Tyrone Siu
Para ekonom memproyeksikan ekonomi China akan jatuh lebih jauh pada 2016. FOTO: REUTERS/Jason Lee
Di dalam negeri, Xi dihadapkan dengan tantangan berat untuk menyeimbangkan perekonomian, dari ketergantungan pada ekspor, untuk fokus lebih besar pada pemenuhan permintaan domestik, konsumsi dan jasa. Kabar baiknya, tantangan tersebut pada tahun 2015 sudah mulai teratasi dengan porsi konsumsi domestik yang telah berperan lebih dari 50 persen dalam komponen pertumbuhan ekonomi negara tirai bambu itu.
Selain itu, Xi juga telah menyiapkan berbagai rencana berani untuk melakukan reformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di China, memperkuat pengawasan lingkungan dan menyatakan perang dengan korupsi. Sebagian besar perusahaan China berinvestasi dengan optimistis untuk masa depan, karena sektor swasta didukung penuh. Pemerintah tidak membatasi produksi barang dan jasa dan mendorong peningkatan penggunaan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan standar hidup.
Sektor jasa konsumen di China pada 2014 membuat sekitar 13 juta pekerjaan baru dan bertambah lagi sebanyak tujuh juta pekerjaan pada semester pertama 2015. Di sisi lain, regulator membuat penyesuaian yang diperlukan untuk mengatasi kelebihan kapasitas dan ketidakseimbangan dalam industri.
Namun, apapun yang terjadi di China, jelas akan berdampak pada dunia. Ekonomi China melambat, ekonomi dunia ikut melambat. Mungkin itu yang mendasari pendekatan China sekarang, berkembang bersama negara berkembang lainnya. “Kita harus tumbuh bersama, setiap negara harus mendapat untung,” kata He Yafei, mantan Wakil Menteri Luar Negeri China. [aba]
