SOROT 402

Ponsel Ilegal Susah Dijegal

Pemusnahan ponsel ilegal di Kantor Pusat Bea dan Cukai, Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA/Muhammad Adimaja

Harga murah ini juga yang membuat vendor semacam Xiaomi dan OnePlus bersikukuh tidak menggelar lapak mereka di dunia nyata. Dalam sebuah situs asing, Carl Pei, co-founder OnePlus yang baru berusia 26 tahun, mengatakan, mereka akan tetap berjualan online, dan tidak menggandeng partner di daratan. Baca:

img_title Kloning IMEI yang (Masih) Bikin Pusing

Strategi dilakukan karena mereka ingin harga ponsel yang ditawarkan tetap murah ke pelanggan, termasuk juga menjaga eksklusivitas dari OnePlus kepada penggunanya.

“Kami belum kepikiran menjual melalui toko ritel karena tidak ingin smartphone ini dijual seperti sayuran. Dengan tetap mengandalkan e-commerce, tidak ada yang mampu menandingi kami. Pesaing terdekat kami masih memiliki harga jual dua kali lipat lebih mahal dari kami karena mereka harus berpikir jualan online dan offline," kata Pei, dilansir dari Telegraph.

img_title Aturan Registrasi IMEI Sudah Ketat, tapi Masih Saja Ada Celah

Selanjutnya, Tak Berkesudahan

Tak Berkesudahan

img_title Alhamdulillah, Aturan Blokir Ponsel Ilegal di Indonesia Resmi Berlaku

Penjualan ponsel BM sejatinya telah ada sejak lama. Bukan rahasia lagi jika toko offline di sentra penjualan ponsel, seperti ITC Roxy Mas, Mall Ambassador, dan sejenisnya, marak menjajakan ponsel BM, yang notabene masuk ke Indonesia tanpa mengikuti alur birokrasi dan sertifikasi di Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Dari balik etalase kaca, baik di toko besar maupun kecil di Roxy Mas, tidak sedikit konsumen yang tergiur iPhone SE atau ponsel Xiaomi. Tidak heran jika kedua merek ini mengisi dua mobil boks yang ditangkap Kepolisian Polda Metro Jaya awal Juni lalu.

Dalam dua mobil tersebut ada sekitar 10.000 unit ponsel Xiaomi dan iPhone, yang diperkirakan berpotensi merugikan negara sampai Rp15 miliar.  Semua ponsel tersebut akan dibawa menuju pusat pertokoan Roxy Mas.

Pemilik toko tidak menutupi ponsel yang mereka jual bukan barang resmi. Meski bodong, Hesty, dari Permata Cell Roxy Mas, memastikan ponsel-ponsel BM yang dijual di tokonya memiliki ‘garansi internasional’, sebutan halus untuk garansi toko. Harganya lebih murah sekitar Rp500 ribu-Rp1 juta dibanding harga barang resmi.

"Rata rata yang beli karena mereka menunggu di gerai resminya enggak keluar-keluar. Misal iPhone 6s dan SE," kata Hesty.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut