- ANTARA/Muhammad Adimaja
iPhone 6s memang sudah keluar dari 2015 akhir di pasar global, tetapi di gerai resmi Indonesia sampai saat ini belum ada. "Sedangkan kita punya. Kualitas jelas lebih bagus karena lebih baru, harganya lebih murah dari produk iPhone 6 biasa yang notabene lebih lama produknya, namun masih dijual di gerai resmi," ujar Hesty.
![]()
Penyelundupan iPhone di dasbor mobil. Foto: VoxPop.co.id/Siti Nuraisyah Dewi
Saat ditanya apakah ponsel yang dijualnya ponsel black market, Hesty tak menampik namun juga tak menyebutnya dari pasar gelap. "Dibilang ilegal juga enggak sih, kan garansinya ada. Lagian kita juga siap perbaiki dan bantu klaim garansi internasionalnya," Hesty meyakinkan.
Lalu jika membeli ponsel BM sudah menjadi budaya yang tidak terbendung, siapa yang harus disalahkan? Sementara itu, situs e-commerce dan toko online semakin marak, yang kata Menkominfo putaran uangnya bisa mencapai Rp180 triliun di tahun 2020 nanti.
Sedangkan peredaran smartphone ilegal berarti menurunnya penerimaan negara dari pajak. Dalam setahun terakhir, data Kominfo, pengguna smartphone di Indonesia sudah membelanjakan total Rp50 triliun untuk 10 juta unit smartphone, khususnya 4G.
Menkominfo menyebut, setiap tahunnya, pendapatan dari penjualan ponsel di Indonesia mencapai Rp60 sampai Rp70 triliun, baik yang resmi maupun tidak resmi. Bayangkan berapa pendapatan negara jika semua ponsel masuk secara legal ke Indonesia.
Saat menemukan 10.000 unit smartphone ilegal yang akan dibawa ke Roxy Mas, kepolisian memprediksi kerugian negara mencapai Rp15 miliar. Itu artinya, jika sampai 10 juta unit smartphone ilegal masuk ke Indonesia, kerugian negara bisa mencapai Rp15 triliun.
Ah, tapi itu kan kerugian negara. Ajeng maupun Maul tidak merasakan kerugian tersebut ke diri mereka pribadi. Yang terpenting, ponsel keren, bermerek dan murah sudah ada di tangan mereka.
