- ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
“Namun kepada mereka yang pro terhadap pemerintah diberikan keleluasaan untuk diberikan sertifikasi walaupun tidak memenuhi unsur penilaian,” ujar warga Depok ini.
![]()
Umat Islam berdoa saat menggelar tradisi "Megibung" atau makan bersama seperti halnya tradisi adat masyarakat Bali di Masjid Al Muhajirin Kepaon, Denpasar, Bali. (Antara/ Nyoman Budhiana)
Namun, hal itu dibantah menag. Menurut Lukman, Kementerian Agama hanya merespons keresahan sebagian umat Islam dengan khotbah-khotbah yang di antaranya sangat agitatif dan provokatif serta berisi ujaran-ujaran kebencian. “Semua disampaikan ke kami, dan minta kami untuk bersikap, bertindak. Tentunya kami tidak boleh diam. Kami mengundang para ulama, wakil-wakil ormas Islam untuk susun bersama,” kata dia.
Jadi, menurut Lukman, pemerintah sama sekali tidak berpretensi, mengintervensi, apalagi mengatur isi khotbah seperti di masa-masa lalu. “Ini era sudah berbeda sama sekali, jadi tidak mungkin pemerintah seperti itu, karena kita sadar betul itu bukan domain pemerintah,” Lukman menjelaskan.
Ia berharap, umat Islam di Indonesia tidak resah, risau, dan tidak mudah diprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin membenturkan antarumat Islam, tokoh-tokoh Islam, dan pemerintah. Karena, pemerintah tidak akan melakukan intervensi materi khotbah.
Menurut Lukman, pemerintah hanya ingin memfasilitasi bagaimana agar khotbah Jumat tetap sesuai dengan syariatnya, jadi tetap terjaga syarat rukunnya. Kemudian, tetap terjaga dalam konteks keindonesiaan, dalam konteks kebangsaan.
“Jangan menggunakan forum khotbah Jumat untuk kepentingan politik, sehingga menimbulkan perpecahan di tengah-tengah kita, jadi semangat itu yang kita tekankan,” kata dia.
Harapan yang sama juga disampaikan Gus Solah. Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang ini meminta, khotbah jangan saling menyerang kelompok lain. Selain itu, khotbah tidak boleh dipakai untuk menyerang secara politik.
“Janganlah juga dipakai untuk kampanye khilafah, kampanye negara Islam. Itu ada tempatnya sendiri,” tuturnya. (art)
