- REUTERS/Stringer
Fasilitas layanan kesehatan dibuat berjenjang. Seperti BPJS di Indonesia, jika harus rawat inap, maka ada rumah sakit rujukan pertama. Tak ada perbedaan kamar untuk pasien. Semua orang mendapat kamar dan pelayanan kesehatan yang sama di rumah sakit. Warga tak dikenakan biaya apapun untuk pengobatan mereka.
Pembagian tugas dan tanggung jawab pemerintah jelas. Klinik tingkat pertama berada dalam pengawasan pemerintah kabupaten atau kota, sedangkan rumah sakit berada dalam pengawasan provinsi. Sejak Che melakukan revolusi dan akhirnya memerintah negara, anggaran kesehatan Kuba selalu berada di kisaran 10 persen dari anggaran nasionalnya.
Hingga saat ini, sistem kesehatan di Kuba menjadi yang terbaik di dunia. Tahun 2010, bahkan Kuba mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar 14,5 persen. Setiap tahun, setiap warga Kuba mendapat anggaran kesehatan dari pemerintah antara Rp4 hingga Rp5,5 juta.
Tahun 2015, dengan rasio dokter dan pasien 1:150, maka Kuba berhasil menekan angka kematian bayi menjadi 4,2 per 1.000 kelahiran (bandingkan dengan AS yang memiliki angka kematian bayi 6,9 per 1000 kelahiran). Usia harapan hidup sangat tinggi, yaitu 77 tahun untuk laki-laki dan 81 tahun untuk perempuan.
Mantan Sekjen PBB Ban Ki Moon, saat mengunjungi Havana juga melontarkan pujiannya. Menurutnya, sistem layanan kesehatan di Kuba harus menjadi contoh bagi banyak negara di dunia.
Sistem Inggris
Selain Kuba, Inggris juga disebut sebagai negara dengan layanan kesehatan yang bagus buat warganya. Dikutip dari BBC, tahun 1948, setelah Perang Dunia II, pemerintah Inggris membentuk sistem kesehatan nasional atau terkenal dengan sebutan National Health Service.
Sistem ini dimulai sejak disahkan UU Pelayanan Kesehatan Nasional pada tahun 1946, dan mulai diberlakukan pada tanggal 5 Juli 1948. NHS menjadi sistem layanan kesehatan negara yang paling tua di dunia.
Sistem Jaminan Kesehatan itu memberi pelayanan kesehatan gratis kepada seluruh penduduk Inggris, sejak lahir sampai mati. Di bawah sistem ini, semua orang di Inggris tak perlu berpikir panjang jika mereka sakit, ringan atau berat. Negara akan menanggungnya. Tak ada biaya sedikit pun yang dibebankan pada warga negara. Pasien memang dikabarkan antre berminggu-minggu demi mendapatkan perawatan, namun antrean itu terjadi hanya untuk penyakit yang tidak urgent.
