Amerika Gegerkan Dunia, Curi Kapal Selam Nuklir Isinya Mayat Tentara
Kapal pun dilayarkan dari Long Beach, California dan sampai di lokasi pada 4 Juli 1974. Kapal pun berhenti tepat di atas bangkai kapal selam. Lalu operasi pengangkatan berjalan.
Operasi sangat rumit dan penuh risiko. Sambil mempertahankan posisinya di arus laut, kapal harus menurunkan kendaraan tangkap dengan menambahkan bagian 60 kaki pipa baja pendukung, satu per satu. Ketika mencapai bagian kapal selam, kendaraan penangkap kemudian harus diposisikan untuk mengangkangi bagian kapal selam yang tenggelam, dan rahangnya yang kuat harus meraih lambung kapal.
Lalu kapal harus menaikkan kendaraan penangkap dengan bagian di cengkeramannya dengan membalikkan proses pengangkatan dan melepaskan bagian-bagian pipa pendukung satu per satu sampai kapal selam itu disimpan dengan aman di tempat khusus yang telah dibuat.
Operasi sangat menegangkan, karena setiap saat ada saja kapal-kapal Soviet yang mendekat ke kapal karena penasaran dengan apa yang sedang dilakukan kapal itu di tengah Samudera Pasifik.
Di saat bersamaan bangkai kapal dapat diraih dan diangkat perlahan-lahan. Tapi ada insiden besar terjadi, saat setengah jalan, tiba-tiba kapal selam itu pecah dan separuhnya jatuh ke dasar lautan dan hanya sebagian yang berhasil diangkat.
Saat diperiksa ternyata di dalam kapal selam itu ada enam jenazah tentara Soviet. Jenazah itu kemudian dievakuasi dan dimakamkan dengan layak sesuai tata cara pemakaman militer resmi di lautan. Proses pemakaman diabadikan dengan kamera video. Dan di kemudian hari pada 1992, Direktur CIA, Robert Gates menyerahkan rekaman itu ke Presiden Rusia, Boris Yeltsin.
Operasi belum tuntas lho, karena bagian kapal selam yang jatuh ke dasar Samudera ternyata yang terpenting bagi CIA. Lanjut operasi kedua direncanakan untuk mengangkat lagi sebagian badan K-129.
Hanya saja sebuah peristiwa aneh terjadi. Pada Juni 1974 tepat sebelum kapal dilayarkan lagi ke lokasi, tiba-tiba kantor pemilik kapal disatroni maling dan semua dokumen rahasia tentang misi itu dibawa kabur.
Akhirnya CIA melaporkan peristiwa pencurian itu ke FBI dengan harapan pencuri bisa ditangkap dan dokumen bisa didapatkan lagi. Sialnya FBI juga melibatkan kepolisian setempat dan akhirnya kasus pencurian itu jadi heboh dan mengundang perhatian media masa.
