Jenderal Turki Suruh Prancis Diam dan Rusia Tidak Takut Amerika
- Merih News
VoxPop – Selamat pagi pembaca setia VoxPop Militer. Meski kita akan kembali menghadapi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), meski begitu hal ini tidak mengurangi semangat untuk tetap beraktifitas ya. Terutama dengan membaca kumpulan berita VoxPop Militer, baik mengenai informasi TNI maupun militer internasional.
Nah edisi Senin 14 September kali ini, akan membahas lima berita terpopuler VoxPop Militer pada hari sabtu dan minggu. Berikut deretan lima berita terpopuler yang ramai dipilih oleh para pembaca:
Berita yang berhasil menduduki peringkat pertama jajaran berita terpopuler kali ini adalah tentang kecaman terhadap Yunani dan Prancis kembali muncul. Kali ini, giliran Menteri Pertahanan Turki, Jenderal Hulusi Akar, yang memberi pernyataan tegas kepada koalisi Yunani dan Prancis. Akar menganggap para pejabat Yunani dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, terlalu banyak bicara.
VoxPop Militer melaporkan dalam sejumlah berita, terkait konflik sengketa wilayah Laut Aegea antara Turki dan Yunani. Pengerahan kapal penelitian Turki, Oruc Reis, untuk melakukan eksplorasi minyak dan gas di wilayah tersebut, mendapat tentangan dari Yunani.
Wah-wah, ketegangan Yuni dan Turki sepertinya semakin memanas nih. Sepertinya kedua negara sudah bisa berdamai. Jadi bagi kalian yang penasaran dengan ceritanya, bisa langsung klik link di bawah ini.
Menhan Turki Jenderal Hulusi Akar: Prancis, Diam Kalian!
Memburuknya hubungan Turki dan Amerika Serikat (AS) ternyata bisa berimbas pada konflik sengketa wilayah dengan Yunani. Senator AS, Ron Johnson, mengemukakan kekhawatiran Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, akan menutup Pangkalan Udara Militer Incirlik, Adana, Turki.
Menurut laporan Sputnik News yang dikutip VoxPop Militer, Pangkalan Udara Militer Incirlik adalah salah satu fasilitas yang tak hanya digunakan oleh Angkatan Udara Turki (THK). Tetapi, sejumlah pasukan militer negara-negara anggota Pakta Atlantik Utara (NATO) juga ada di pangkalan itu.
Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force), Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi (RSAF), dan Angkatan Darat Kerajaan Spanyol (EDT), juga menempatkan sejumlah pasukannya di Incirlik.
Padahal dalam laporan yang dihimpun VoxPop Militer beberapa waktu lalu, masih menunjukkan bahwa hubungan AS dan Turki. Tapi kini sudah memburuk. Yuk simak kelanjutannya dengan klik link di bawah ini.
