Dua Perwira TNI Dibunuh Pakai Kunci Mortir di Hari Kesaktian Pancasila
- Museum Benteng Vredeburg
Tak lama kemudian, Kolonel Sugiono tiba di Batalyon L, memang dia tak tahu bahwa di tempat itu komandan baru saja dibunuh. Kolonel Sugiono ke sana memang untuk mencari Brigjen Katamso, sebelumnya dia sempat mampir di Markas Korem 072, tapi sang komandan tak ditemukan. Padahal, beliau baru sampai dari Semarang dan belum sempat pulang ke rumahnya.
Dan, Kolonel Sugiono pun bernasib sama, dia dihabisi. Jenazahnya malah diseret ke lubang tempat jenazah Brigjen Katamso dipendam. Setelah dimasukkan ke lubang, kemudian pelaku menghujami tubuh Kolonel Sugiono dengan batu besar. Karena katanya beliau masih hidup ketika itu. Lalu lubang ditimbun tanah dan di atasnya ditancapkan pohon pisang tanpa akar.
Saat ini, beberapa benda dan lokasi bersejarah tempat jenazah dipendam masih ada, dinamakan Lubang Buaya Yogyakarta, di tempat itu juga ada replika tank yang dipakai membawa jenazah. Kunci mortir nomor 8 dan 3 buah batu yang dipakai membunuh kedua Pahlawan Revolusi tersebut juga ada di Museum Pahlawan Pancasila Yogyakarta.
