TNI-Polri Evakuasi 33 Warga Paro yang Eksodus Gara-gara Takut Kebiadaban OPM di Papua
- Pendam XVII/Cenderawasih
"Karena informasinya kemungkinan masih ada warga yang masih dalam perjalanan menuju Quary Bawah. Mohon doanya dari semua pihak, semoga seluruh masyarakat Paro dalam keadaan aman dan selamat," kata Kolonel Kav Herman Taryaman.
25 Warga Paro Dievakuasi Menggunakan Helikopter
VoxPop Militer: TNI-Polri evakuasi warga Distrik Paro dengan helikopter
Sebelumnya, pada hari Jum'at, 10 Februari 2023 lalu, aparat gabungan TNI-Polri juga telah berhasil mengevakuasi 25 orang masyarakat Distrik Paro, Nduga ke Kenyam.
25 orang masyarakat sipil itu dievakuasi dengan menggunakan sejumlah helikopter tim gabungan TNI-Polri.
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menyampaikan, bahwa aparat gabungan TNI-Polri saat ini fokus pada operasi kemanusiaan untuk menyelamatkan masyarakat Paro dari ancaman kelompok kriminal bersenjata OPM yang mungkin dapat terjadi di kampung halaman mereka.
"Pada prinsipnya kami TNI Polri bekerja atas kepentingan Negara. TNI Polri dalam hal ini Kodam XVII/Cenderawasih dan Polda Papua dalam penanganan kasus Paro beberapa lalu, melibatkan Para Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh masyarakat beserta Pemerintah Daerah yang bertujuan hanya satu, yaitu menyelamatkan nyawa manusia yaitu aspek kemanusiaan," kata Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa saat menggelar konferensi pers di Mimika, Jum'at, 10 Februari 2023.
"Dalam waktu beberapa hari lalu sampai sekarang telah melaksanakan operasi kemanusiaan yaitu menolong saudara-saudara kita yang melaksanakan eskodus dari Paro menuju Kenyam," tambahnya.
VoxPop Militer: Tim gabungan TNI-Polri evakuasi warga Distrik Paro ke Kenyam
- Pendam XVII/Cenderawasih
Sementara itu, di tempat yang sama, Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O. Sembiring menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penyelamatan nyawa manusia, bahkan sampai berjalan kaki dari wilayah Paro menuju ke Distrik Kenyam.
"Masyarakat yang keluar ini karena takut terancam akibat aksi teror yang dilakukan oleh kelompok Egianus Kogoya yaitu dengan membakar pesawat dan diduga juga Egianus Kogoya membawa pilot Pesawat Susi Air," kata Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O. Sembiring.
"Masyarakat ini ada yang sakit, ada yang tidak kuat, bahkan ada anak kecil yang sudah kelelahan berjalan sekitar dua hari berada di hutan. Sehingga Bapak Bupati meminta bantuan kepada TNI-Polri untuk menyelamatkan mereka sebagai wujud rasa kemanusiaan," tambahnya.
