Praka RM Cs Sempat Simpan Jasad Imam Masykur di Bagasi Mobil Sebelum Dibuang di Purwakarta
- Istimewa/Viva Militer
Akhirnya, Imam Masykur pun menyampaikan bahwa dirinya punya seorang teman yang juga berprofesi sebagai penjual obat di kawasan Condet, Jakarta Timur.
Tak lama dari situ, ketiga terdakwa pun mengarahkan roda empatnya ke arah toko obat di kawasan Condet sambil terus melakukan penganiayaan terhadap Imam Masykur.
Setibanya di kawasan Condet, Praka Heri Sandi kembali turun ke toko obat dengan membawa map warna biru yang disebut sebagai surat tugas untuk melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap saudara Khaidar (Saksi 6) teman Imam Masykur.
Khaidar dan Imam Masykur sama-sama berasal dari Aceh. Khaidar adalah penjual toko obat kosmetik di daerah Condet, Jakarta Timur.
Kemudian, tak membutuhkan waktu lama, para terdakwa lalu membawa Khaidar masuk ke dalam mobil mini bus sewaan yang dibawa dari bilangan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Di dalam mobil, Khaidar pun kembali dianiaya dengan cara yang hampir sama yaitu dipukuli dengan tangan terkepal dan dicambuk dengan kabel listrik di bagian punggung.
Para terdakwa pun mengancam dan meminta sejumlah uang tebusan kepada Khaidar jika tidak ingin nasibnya seperti Imam Masykur yang saat itu sudah terkapar lemas di kursi bagian belakang mobil dengan kondisi tangan diborgol dan kepala tertutup baju.
"Itu temanmu ada di belakang. Mau kau seperti dia," ungkap Praka Riswandi sambil menunjukkan keberadaan Imam Masykur kepada Khaidar.
Para terdakwa pun membawa kedua korban ke arah Tol Jagorawi sambil meminta sejumlah uang kepada para korban.
VoxPop Militer: Oditur Militer membacakan dakwaan kasus penculikan Imam Masykur
- Istimewa/Viva Militer
Letkol Chk Upen Jaya Supena menambahkan, di tengah perjalanan arah Tol Jagorawi Imam Masykur sempat meminta air kepada para terdakwa.
"Kemudian saudara Imam Masykur berkata, bang minta air, dan kemudian terdakwa tiga (Praka Jasmowir) memberikan air minumnya kepada saudara Imam Masykur. Saat itu terdakwa satu (Praka Riswandi) melepaskan borgol dari kedua tangannya dan ikatan baju diturunkan dari kedua matanya berada di lehernya," ucap Oditur Militer Letkol Chk Upen.
"Dan kemudian terdakwa tiga, mendengar Saudara Imam Masykur berkata, bang jantungku berdetak kencang, tidak lama kemudian saudara Imam Maskur sesak napas, terdengar ngorok dan meronta seperti orang kerasukan setan, dan beberapa saat kemudian saudara Imam Maskur terdiam," tambah Letkol Chk Upen Jaya Supena saat membacakan surat dakwaan.
