Praka RM Cs Sempat Simpan Jasad Imam Masykur di Bagasi Mobil Sebelum Dibuang di Purwakarta
- Istimewa/Viva Militer
Tak lama dari itu, terdakwa tiga Praka Jasmowir meminta Khaidar untuk mengecek kondisi Imam Masykur. Khaidar pun menyampaikan bahwa Imam Masykur sudah tidak bergerak.
"Terdakwa tiga meminta saksi dua (Khaidar) untuk mengecek kondisi saudara Imam Masykur dengan berkata, 'coba kau lihat dulu temanmu masih ada napas atau enggak," kata Oditur Militer. "Kemudian saksi dua mengecek kondisi saudara Imam Maskur dan berkata, "nggak ada bang," ucapnya.
Mendengar pernyataan dari Khaidar tersebut, terdakwa tiga (Praka Jasmowir) justru kembali mengancam Khaidar agar segera memenuhi permintaannya dengan memberikan sejumlah uang.
"Kau mau kayak gitu, aku buat pingsan, saksi dua menjawab, nggak bang, kemudian saat itu terdakwa satu (Praka RM) berkata kepada saksi dua, ah kau sok tau. Jangan ngarang-ngarang," ucap Oditur Militer menirukan pengakuan Praka Riswandi Manik.
Lalu, sekitar pukul 22.20 WIB, para terdakwa panik kemudian terdakwa satu menyuruh terdakwa dua mengecek ulang kondisi saudara Imam Masykur dengan cara memegang nadi saudara Imam Masykur di pergelangan tangan dan hasilnya tidak ada, maksudnya tidak berdenyut.
"Kemudian terdakwa tiga memegang kaki kanan saudara Imam Maskur sudah kondisi dingin, sehingga para terdakwa menganggap bahwa saudara Imam Maskur menghembuskan napas terakhir dan dinyatakan meninggal dunia di dalam mobil pada saat perjalanan Tol Jatikarya Cimanggis Depok," papar Oditur Militer.
Setelah kendaraan keluar di Tol Jatikarya, para terdakwa kemudian memindahkan jasad Imam Masykur ke bagasi mobil bagian belakang.
Mereka melanjutkan perjalanan untuk mencari lokasi membuang jasad Imam Masykur ke arah Jonggol.
"Jasad dipindah ke bagasi belakang, mobil berhenti ke K-24 membeli 4 buah sarung tangan agar saat membuang jasad tidak menyisakan bekas atau jejak," kata Oditur Militer.
Kemudian, lanjut Oditur Militer, para terdakwa sepakat melanjutkan perjalanan ke Jatiluhur melewati Jonggol melewati jembatan ada sungai berdekatan rumah warga.
"Dan sempat membuang empat handphone dan map dan dompet saksi 2 yang ada di dalam kantong plastik dari jendela, setelah itu mobil berjalan kurang lebih 400 meter saksi 6 membuang satu kantong kain berisi 2 buah kabel listrik surat tugas palsu, tiga buah botol dengan cara saksi 6 melemparkannya dari jendela mobil," paparnya.
