Pushidrosal TNI AL Beri Nama Temuan Gunung di Bawah Laut Banda dengan Soekarno Seamount Chain
- Istimewa/Viva Militer
Dengan menggunakan Multibeam Echosounder Kongsberg EM302, KRI Rigel-933 mampu mengakuisisi data batimetri laut dalam, sehingga mendapatkan data kedalaman liputan penuh (full coverage) pada rangkaian gunung bawah laut di Laut Banda tersebut.
Sedangkan pemilihan nama Presiden Soekarno, lanjut Danpushidrosal, merupakan hasil proses penamaan rupa bumi yang panjang dengan melibatkan Pushidrosal, BIG dan Tim Nasional Penelahaan Rupa Bumi. Rangkaian gunung bawah laut Soekarno Seamount Chain adalah fitur gunung bawah laut di Indonesia dengan dimensi paling besar yang dapat ditemukan hingga saat ini.
"Pemilihan nama Presiden Soekarno merupakan penghargaan kepada beliau sebagai Proklamator dan Presiden RI ke-1 yang memiliki visi maritim, salah satunya menetapkan tanggal 23 September sebagai Hari Maritim Nasional. Pada tahun 1953, dalam pembukaan Institut Angkatan Laut, Presiden Soekarno membakar semangat Bangsa Indonesia untuk menjadi Bangsa Pelaut di mana kesibukannya di laut mampu menandingi irama gelombang laut itu sendiri," kata Laksdya TNI Nurhidayat.
