Mau Beli Mobil Baru? OJK Ingatkan Jangan Sampai Terjebak FOMO
- VoxPop/Yunisa Herawati
Tangerang Selatan, VoxPop – Pameran otomotif seperti Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) kerap menjadi waktu yang dinantikan masyarakat untuk membeli mobil baru. Beragam promo, potongan harga, hingga pilihan pembiayaan memang dapat membuat kendaraan impian terasa lebih mudah dijangkau, namun keputusan pembelian tetap perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan.
Pesan itu disampaikan dalam talkshow literasi keuangan yang digelar PT Toyota Astra Financial Services (TAF) bersama Direktorat Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di GIIAS 2026. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak memahami pentingnya mengelola keuangan sebelum memutuskan menggunakan produk pembiayaan, termasuk untuk membeli kendaraan.
Direktur TAF, Ezar Kumendong, mengatakan literasi keuangan menjadi fondasi dalam menciptakan pembiayaan yang sehat. Menurutnya, pemahaman terhadap produk keuangan dan kondisi finansial pribadi akan membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih tepat.
"Bagi TAF, literasi keuangan adalah fondasi dari pembiayaan yang sehat. Nasabah yang memahami produk dan kondisi finansialnya secara utuh akan mengambil keputusan yang lebih baik. Dan pada akhirnya, itu menciptakan kualitas portofolio yang lebih berkelanjutan bagi industri," ujarnya, dikutip VoxPop Otomotif Jumat 7 Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut, OJK mengingatkan sejumlah perilaku keuangan yang kerap memengaruhi keputusan masyarakat saat berbelanja, termasuk ketika membeli kendaraan. Salah satunya adalah FOMO (Fear of Missing Out), yaitu rasa takut tertinggal tren sehingga membeli sesuatu hanya karena orang lain juga melakukannya.
Perilaku tersebut dinilai dapat membuat seseorang mengabaikan kebutuhan maupun kemampuan finansial. Apalagi saat pameran otomotif berlangsung, berbagai promo sering kali mendorong konsumen mengambil keputusan dalam waktu singkat.
Selain FOMO, OJK juga menyoroti FOPO (Fear of Other People's Opinion), yaitu kecenderungan membeli barang demi mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitar. Dalam konteks otomotif, kondisi ini dapat membuat seseorang memilih kendaraan berdasarkan gengsi, bukan kebutuhan.
Perilaku lain yang perlu diwaspadai adalah YOLO (You Only Live Once), yaitu menghabiskan uang untuk memenuhi keinginan saat ini tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan di masa depan. Ada pula doom spending, yakni kebiasaan berbelanja secara berlebihan akibat rasa cemas atau pesimis terhadap kondisi ekonomi.
Karena itu, OJK mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergoda promosi maupun tren yang beredar di media sosial. Sebelum membeli kendaraan, konsumen disarankan menentukan prioritas kebutuhan, menghitung kemampuan membayar cicilan, serta menyiapkan dana darurat agar kondisi keuangan tetap sehat.
Sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat, OJK juga memperkenalkan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis, sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan.
"Kami mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis, sebelum berinvestasi atau menggunakan produk keuangan. Legal, artinya memastikan perusahaan atau produk keuangan memiliki izin dari otoritas yang berwenang. Logis, artinya tidak mudah percaya pada janji keuntungan yang terlalu besar atau tanpa risiko," ujar Narasumber dari Direktorat Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan, Enriche Putera Hutama.
