Leapmotor Baru Mulai Rakit Mobil, Kapasitas Pabriknya Bisa 34.000 Unit

Leapmotor memulai perakitan di Indonesia
Sumber :
  • VoxPop/Leapmotor

Purwakarta, VoxPop - Leapmotor mulai meningkatkan keseriusannya di pasar kendaraan listrik Indonesia dengan memulai perakitan lokal dua model, yakni B10 dan C10.

img_title Dikira Limbah Biasa, Sorgum Ternyata Bisa Disulap Jadi Bahan Bakar

Kedua kendaraan listrik tersebut dirakit di PT National Assemblers Plant 3, Purwakarta, Jawa Barat. Fasilitas ini tidak hanya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan produksi saat ini, tetapi juga memiliki ruang untuk meningkatkan kapasitas seiring pertumbuhan pasar.

Pada tahap awal operasional, Plant 3 memiliki kapasitas produksi hingga lima unit per jam atau sekitar 10.000 unit per tahun.

img_title Menhub Pede Rusia dan China Bakal Investasi di Proyek Trans-Kalimantan

Namun, kapasitas tersebut bukan batas maksimal fasilitas. Seiring meningkatnya permintaan kendaraan listrik di Indonesia, kapasitas produksi Plant 3 dapat dikembangkan hingga 17 unit per jam atau sekitar 34.000 unit per tahun.

Peningkatan kapasitas tersebut akan didukung dengan pengembangan fasilitas produksi, termasuk body shop dan paint shop.

img_title Terpopuler: Mobil Listrik Makin Murah, Impresi Suzuki XL7 Hybrid, hingga Perang Harga Kendaraan

Fasilitas Plant 3 merupakan investasi Indomobil Group melalui PT National Assemblers. Pabrik tersebut berdiri di atas lahan seluas 158.000 meter persegi dan dilengkapi teknologi produksi serta sistem otomasi.

Proses produksinya mengacu pada standar manufaktur global Leapmotor dan Stellantis. Sistem pengendalian kualitas diterapkan pada setiap tahapan untuk menjaga konsistensi kendaraan yang diproduksi.

Kapasitas hingga 34.000 unit per tahun menunjukkan bahwa fasilitas tersebut disiapkan untuk kebutuhan jangka panjang. Artinya, pabrik tidak hanya diarahkan untuk memproduksi B10 dan C10 dalam jumlah terbatas, tetapi juga dapat mendukung ekspansi portofolio Leapmotor di Indonesia.

Hal tersebut sejalan dengan konsep fasilitas yang memiliki fleksibilitas produksi. Dengan pengembangan yang dilakukan secara bertahap, kapasitas dapat disesuaikan dengan perkembangan permintaan kendaraan listrik di pasar domestik.

Managing Director Stellantis ASEAN Isaac Yeo mengatakan, Indonesia memiliki potensi pertumbuhan kendaraan listrik yang besar di kawasan Asia Tenggara.

Menurut dia, dimulainya perakitan lokal menjadi bagian dari strategi Leapmotor untuk semakin mendekatkan produknya kepada konsumen Indonesia sekaligus memperkuat kehadiran merek tersebut di kawasan ASEAN.

“Indonesia merupakan pasar dengan potensi pertumbuhan kendaraan listrik yang sangat besar di kawasan Asia Tenggara,” ujar Isaac dalam keterangan resmi, Sabtu 18 Agustus 2026.

Selain kapasitas produksi, Leapmotor bersama Indomobil juga memperkuat jaringan distribusi dan layanan purnajual. Jaringan tersebut mencakup diler di sejumlah kota, ketersediaan suku cadang, serta teknisi yang telah mendapatkan pelatihan sesuai standar Leapmotor.

Langkah tersebut menjadi penting karena pertumbuhan kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk, tetapi juga kesiapan layanan setelah kendaraan digunakan konsumen.

Dengan kapasitas awal 10.000 unit per tahun yang dapat dikembangkan hingga 34.000 unit, Plant 3 Purwakarta menjadi salah satu bagian penting dari strategi Leapmotor untuk memperbesar skala bisnisnya di Indonesia.

Untuk saat ini, B10 dan C10 menjadi dua model pertama yang dirakit secara lokal. Ke depan, fasilitas dengan kapasitas dan fleksibilitas produksi tersebut berpotensi digunakan untuk mendukung penambahan model Leapmotor di pasar Indonesia.

Pabrik GAC Honda di Tiongkok

Pengembangan Mobil Baru Honda di China Kini Dipimpin Tim Lokal

Honda mengubah strategi pengembangan produk di China sebagai upaya mengejar ketertinggalan dari merek otomotif lokal yang semakin agresif di pasar kendaraan listrik.

img_title
VoxPop.co.id
7 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut