Truk Sudah Siap Pakai B50, Kualitas BBM di Lapangan Jadi Tantangan
- VoxPop/Krisna Wicaksono
“Formulasi B50 ini tidak diputuskan seketika, melainkan melalui perjalanan panjang sejak B25 pada 2008 hingga uji jalan sejauh 40.000 kilometer untuk kendaraan di atas 3,5 ton,” tuturnya.
Ia menambahkan, peningkatan kadar biodiesel juga dibarengi dengan peningkatan kualitas B100 atau FAME serta pengawasan terhadap bahan bakar yang beredar.
Bagi kendaraan niaga, kualitas bahan bakar menjadi faktor penting karena gangguan pada sistem bahan bakar dapat berdampak langsung terhadap produktivitas armada. Terlebih, truk yang melayani distribusi antarkota dan antarprovinsi tidak selalu mengisi bahan bakar di lokasi yang sama.
Pengalaman pengguna armada juga menjadi gambaran mengenai penggunaan B50 di lapangan. Direktur Utama PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk Ronny Senjaya mengatakan perusahaannya saat ini mengoperasikan lebih dari 2.000 unit kendaraan untuk rute Jabodetabek, Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi.
Sebagian besar armada tersebut telah menggunakan B50. Menurut Ronny, sejauh ini tidak terdapat kendala signifikan terhadap mesin.
Ia mengatakan perawatan preventif dan edukasi mekanik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kendaraan tetap beroperasi.
Dengan demikian, kesiapan menuju B50 tidak hanya bergantung pada teknologi kendaraan. Pengujian mesin, kesiapan perawatan, serta konsistensi kualitas bahan bakar di seluruh jaringan distribusi menjadi rangkaian yang saling berkaitan.
Bagi produsen seperti Fuso, kendaraan sudah diuji untuk menghadapi B50. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahan bakar dengan spesifikasi yang sesuai benar-benar tersedia ketika truk beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.
