Miras Pencabut Nyawa

Korban miras oplosan mendapat perawatandi RSUD Cicalengka
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Novrian Arbi

VoxPop – Rumah Sakit Umum Daerah Cicalengka, Kabupaten Bandung, mendadak ramai didatangi pasien sejak awal pekan ini. Perawat rumah sakit tersebut panik karena dimasukkan ratusan orang yang sudah kritis akibat menenggak minuman keras yang sudah dioplos dengan ginseng.

Manusia bisa berbuat, namun takdir tidak bisa ditolak. Hingga Kamis siang, 12 April 2018, sudah ada 41 orang tewas sia-sia karena miras maut pencabut nyawa ini.

img_title Pelajar di Serang Tewas Usai Pesta Miras Oplosan, Jasad Ditemukan di Sungai

Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto mengatakan, jumlah korban akibat miras oplosan di Cicalengka terus bertambah.

"Khusus di sini (Cicalengka) ada 41 orang yang meninggal dari 222 korban. Sisanya, 181 korban lemas. Tapi, sebagian sudah kembali pulang, ada juga yang dirawat dan dirujuk ke rumah sakit lain," kata Agung di kantornya, Kamis, 12 April 2018.

img_title Pesta Miras Oplosan Pil Sapi di Bantul, 2 Perempuan Tewas

Diketahui, hasil penyelidikan sementara, polisi menyebut para korban sebelumnya meminum miras yang konon dioplos dengan sari ginseng. Belum diketahui pasti apakah miras berwarna kuning itu dicampur ginseng sungguhan atau zat lain.

Minuman dikemas dalam botol plastik dan sebagian dibeli di dua kios berbeda di Desa Cicalengka Wetan. Satu kios di Kebon Suuk dan yang lain di Bojong Asih. Polisi menyita sejumlah barang bukti dari dua kios miras itu, di antaranya 75 botol miras berbagai merek dan tiga tong besar berisi tuak (miras tradisional).

img_title Tenggak Miras Oplosan, 4 Warga Kota Bogor Meninggal

Kapolda Jawa Barat, Irjen Agung Budi Maryoto gelar perkara miras oplosan

Agung menjelaskan, dalam kasus di Cicalengka ini, polisi sudah mengamankan dua tersangka atas nama Julianto Silalahi (JS) sebagai penjual dan Hamciak Manik (HM) sebagai pemilik.

"Kita juga sedang mencari salah satu orang berinisial SS yang diduga ikut terlibat dalam kasus miras oplosan ini. SS adalah suami dari HM," kata mantan Kakorlantas Polri ini.

Sementara, untuk di wilayah hukum Polda Metro Jaya, terdapat 31 korban tewas akibat menenggak miras oplosan ini. Sebanyak 36 orang dirawat di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Melihat banyaknya korban, polisi langsung bertindak. Tak hanya menetapkan dua orang sebagai tersangka, penyidik juga mendatangi rumah pelaku. Ternyata ada hal yang mengejutkan didapat dari sana.

Kepolisian menemukan sebuah bungker di bawah gazebo dengan tinggi 3,5 meter dan panjang sekitar 25 meter persegi. Diduga bungker tersebut adalah tempat untuk menyimpan bahan baku, memproduksi minuman oplosan dan menyimpan minuman oplosan siap distribusi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut