Sengkarut Nahdlatul Wathan
- Satria Zulfikar
Bahkan, Sekretaris Wilayah Pemuda NW, Muhammad Fihiruddin, mengancam kondisi NTB akan seperti Papua jika konflik ini terus dibiarkan Menkumham. "Jangan salahkan kami kalau NTB ini akan seperti Papua, kalau harga diri dan martabat NW diinjak-injak dan diobok-obok Kemenkumham yang hanya mementingkan materi,” katanya.
Menurut kuasa hukum NW, M. Ihwan, perkara NW terjadi sejak TGB Zainul Majdi membuat akta notaris pendirian NW pada 2014. Padahal organisasi NW sudah punya akte notaris. Tak hanya itu, organisasi juga sudah didaftarkan dan berbadan hukum di Kementerian Kehakiman RI tahun 1960.
Lantaran itu, pihaknya telah menyampaikan kepada Kemenkumham melalui surat Nomor: 037-A/PBNW-XIV/VIII/2019 tanggal 24 Agustus 2019. Dalam surat itu menyatakan, ada kekeliruan Menkumham menerbitkan SK baru yang mengesahkan NW pimpinan Zainul Majdi.
NW versi Anjani juga menyatakan telah memiliki kekuatan hukum atas Putusan Mahkamah Agung Nomor: 2800 K/Pdt/2018 tanggal 14 November 2018.
Kubu TGB
Adapun NW versi TGB punya penjelasan lain soal dualisme ormas Islam terbesar di NTB itu. Menurut Sekretaris Umum Pengurus Wilayah NW NTB Irzani, menkumham melalui SK Menkumham 2014 Nomor: AHU-00297. 60.10.2014 mengakui NW di bawah kepemimpinan TGB.
Saat bersamaan, NW di bawah kepemimpinan Siti Raihanun (NW Anjani) menggugat SK tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). "Tingkat PTUN hingga banding, TGB Zainul Majdi menang. Kemudian pada tingkat kasasi Ummi Siti Raihanun yang menang," katanya, Kamis, 19 September 2019.
Lantaran kasasi di MA memenangkan Siti Raihanun, SK Kemenkum HAM 2014 yang mengakui kepemimpinan TGB Zainul Majdi dibatalkan. Lantas, terbit SK Menkumham 2016 Nomor: AHU-0000482. AH. 01.08 tahun 2016, dengan Ketua Umum PBNW adalah Siti Raihanun. Saat itu, NW versi Anjani diakui negara.
Namun, menurut Irzani, lantaran ada dugaan cacat prosedur, TGB Zainul Majdi menggugat balik SK tersebut, pada 2016. Proses gugatan di PTUN itu, memutuskan penundaan pemberlakuan SK yang mengesahkan Siti Raihanun. Tetapi, ketika dilakukan banding oleh Siti Raihanun, hakim memenangkan Siti Raihanun.
TGB Zainul Majdi kemudian melayangkan kasasi di MA. Hasilnya, TGB menang di MA. Siti Raihanun melayangkan peninjauan kembali. Putusannya, kembali memenangkan TGB Zainul Majdi. "Jadi kesimpulannya, SK Menkumham 2016 Nomor: AHU-0000482. AH. 01.08 tahun 2016 dengan Ketum Ummi Siti Raihanun dibatalkan," kata Irzani.
