Sengkarut Nahdlatul Wathan
- Satria Zulfikar
Kemudian pada 10 September 2019, Menkumham Yasonna Laoly mengeluarkan SK baru yang mengakui kepemimpinan TGB Zainul Majdi.
Terkait kisruh kepemimpinan NW, Kapolda NTB Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana telah memanggil tokoh-tokoh dari NW versi Anjani dan Pancor. Tokoh NW versi Pancor bersilaturahmi dengan Kapolda di Polda NTB, Jumat, 20 September 2019. Sebelumnya, tokoh NW versi Anjani telah melakukan hal sama.
Nana meminta, agar massa dapat berkepala dingin menyikapi permasalahan itu. Dia pun meminta, agar tidak ada pengerahan massa dengan jumlah besar jika menggelar aksi. Hal itu demi menjaga kondusivitas di NTB. Ia memastikan para tokoh di NW Anjani maupun Pancor terbuka untuk mediasi. "Dua-duanya sudah musyawarah, kalau musyawarah sudah enggak bisa ya melalui jalur hukum," ujar Nana.
Sekretaris Umum Pengurus Wilayah NW NTB Irzani juga berharap sama. Dia ingin masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan. "Mari kita suarakan bersama-sama bahwa saatnya kita duduk bareng urun rembuk, berhenti kita saling salahkan apalagi saling menghujat. Habis energi, tenaga, biaya dan pikiran kalau berperkara terus," ujarnya.
Jejak NW
Nahdlatul Wathan memiliki sejarah panjang di bumi Lombok, NTB. Adalah TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang mendirikan organisasi itu. Dikutip dari nw.or.id, awalnya Madjid mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) untuk laki-laki pada 22 Agustus 1937. Kemudian, Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI) khusus untuk perempuan didirikan pada 21 April 1943.
Hingga pada 1952, telah berdiri 66 madrasah. Agar lebih memudahkan pembinaan, Madjid lantas mendirikan organisasi Nahdlatul Wathan pada 1 Maret 1953. Organisasi bergerak di bidang pendidikan, sosial dan dakwah islamiyah.
Nahdlatul Wathan telah tercatat secara resmi dalam Akta Notaris Hendrik Alexander Malada, dengan Nomor 48 tanggal 29 Oktober 1956. Organisasi juga telah berbadan hukum berdasarkan ketetapan Menteri Kehakiman Nomor: J.A.5/10515 tanggal 17 Oktober 1960.
Tercatat, hingga 1997, sebanyak 647 lembaga pendidikan telah didirikan. Mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Kemudian pada 2016, lebih dari 1.000 madrasah telah didirikan di bawah organisasi Nahdlatul Wathan.
