Meredam Dendam Terpendam Jakmania di GBK

Aksi tabur bunga dan lilin Jakmania sebagai tanda belasungkawa untuk Muhammad Fahreza, yang meninggal akibat dianiaya.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Radhitya Andriansyah

Bentrokan tak dapat terhindarkan, Jakmania terus menyerang polisi. Bahkan, karena kalah jumlah, petugas kepolisian dipukul mundur. Pertandingan pun sempat dihentikan, untuk mencegah bentrokan meluas.

img_title Sikap Kemenpora Terkait Bentrok Jakmania di Tol Palimanan

Ternyata, di luar lapangan, bentrokan tak kunjung mereda, meski waktu sudah menunjukkan waktu dini hari. Hingga akhirnya, empat anggota polisi ditemukan dalam kondisi terluka.

Apa yang terjadi di GBK pada Jumat, 24 Juni 2016, ternyata tak tuntas hanya sampai di situ. Di balik semua itu, diduga masih banyak oknum polisi yang sakit hati dengan apa yang terjadi pada empat rekan mereka.

img_title Jakmania yang Tewas Masih Kerabat Ramdani Lestaluhu

Buntutnya, pada Sabtu malam, 25 Juni 2016, sebuah toko milik suporter The Jakmania di Jalan Percetakan Negara Raya, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, diserang sekelompok orang bersenjata, yang diduga, oknum petugas kepolisian. Dalam penyerangan itu, seorang penjaga toko, yang tak tahu apa-apa soal bentrokan di GBK, jadi korban. Ia ditusuk kelompok berhelm, yang datang dengan mengendarai sepeda motor merek Yamaha RX King.

Tak hanya itu, 15 anggota polisi diamankan jajaran Polres Metro Jakarta Selatan. Karena hendak melakukan razia ilegal di Jalan Saharjo, Manggarai, Jakarta Selatan. Razia tanpa surat perintah resmi itu, dilakukan untuk mencari anggota Jakmania yang melintas di sana.

img_title Jakmania Tewas di Tol Cipali dari Korwil Kalimalang

"Ya memang ada rencana demikian (razia), tapi kan belum terlaksana dan kemudian kita amankan duluan dan kita periksa, tentunya nanti akan memberikan sanksi kepada mereka," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono di Mapolda Metro Jaya, Senin 27 Juni 2016.

Dia pun menuturkan, rombongan tersebut tidak ada surat perintah untuk melakukan patroli. Awi mengungkapkan, sweeping tersebut merupakan bentuk dari jiwa korsa mereka karena ada salah satu anggota polisi yang dikeroyok saat kericuhan di Senayan.

"Ya jiwa korps yang negatif, karena memang tidak boleh apapun aparat penegak hukum melakukan demikian. Kita sudah berjalan, prosedur sudah berjalan, Krimum Krimsus sudah melakukan penangkapan dan penegakan hukum, tentunya tidak boleh ada oknum yang tidak bertanggungjawab melakukan itu," ujarnya.

Selanjutnya... Mencari dalang dan menanti sanksi...

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut