Meredam Dendam Terpendam Jakmania di GBK
- VoxPop.co.id/Radhitya Andriansyah
Bukan tanpa alasan mereka melakukan itu. Sebab, hingga saat ini pendukung Macan Kemayoran masih ngotot mencari kebenaran atas meninggalnya salah satu rekan mereka, Muhammad Fahreza pada Mei 2016 lalu. Dan hingga kini, penyelidikan kasus tersebut masih mengambang tanpa kejelasan.
Fahreza yang masih berusia 16 tahun mesti meregang nyawa. Setelah dirawat di Rumah Sakit Marinir Cilandak, akhirnya dia mesti mengalah pada rasa sakit. Hal itu disebabkan karena Fahreza menjadi korban pertikaian antara Jakmania dengan aparat kepolisian saat Macan Kemayoran menjamu Persela Lamongan.
"Sebenarnya pihak keluarga tidak ingin melanjutkan kasus ini. Tapi, kalau dibiarkan begitu saja kan enggak benar juga. Jadi ya kita akan berusaha untuk mengusut kasus ini," kata Ketua Umum Jakmania, Richard Achmad Supriyanto, usai menghadiri malam solidaritas untuk Fahreza beberapa waktu lalu.
Senada dengan Richard, Mabes Polri sebenarnya sudah menyoroti kasus ini. Melalui Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar disampaikan harapan agar Polda Metro Jaya segera melakukan penyelidikan mendalam.
"Ini perlu pembuktian proses lanjut oleh Polda Metro Jaya. Ada di bagian kepala, ada di bagian bibir itu informasi yang saya terima bukan dari dasar hasil visum. Saya belum melihat hasil visum. Tapi informasi dari laporan yang diterima petugas di lapangan," ujar Boy.
