Kosmetik: Jadi Cantik atau Sakit?
- Pixabay/Schweiz
Dia menyarankan, untuk membeli pada distibutor resmi dan izin edar. Dan, jika diperlukan konsultasi ke dokter, sebaiknya dilakukan.
"Selain itu, lihat kandungan zatnya. Anda harus mengenali produknya dari penulisan namanya, dan perhatikan tanggal kadaluarsa kapan dibuat dan kapan expired. Lalu lihat kode izin edarnya," tutur dia, menyarankan.
Lebih lanjut, Niken mengatakan, agar tidak tergiur dengan harga murah dari produk kosmetik, atau perawatan pribadi, lantaran bisa saja produk itu kualitasnya tidak bagus. Sebab, produk kosmetik, atau perawatan pribadi yang aman, biasanya harganya cukup tinggi, karena kualitas bahan yang digunakan baik dan diracik oleh ahlinya.
Sementara itu, dr Ruri D Pamela, SpKK dari Celv Clinics menambahkan, produk kosmetik yang aman harus sudah terdaftar dalam Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), buktinya adanya nomor registrasi pada kemasan luar. "Untuk mengecek kepastiannya coba cocokkan nomor tersebut dengan mengetik nama produknya dalam website resmi BPOM," kata dia kepada VoxPop.co.id.
Sama dengan Niken, menurut dia, kosmetik yang aman dan teregistrasi pasti mencantumkan kandungan dan tanggal kedaluwarsa pada kemasan luarnya. Selain itu, warna bahan kosmetik tidak menjadi kuning kecokelatan. Karena, bila warna berubah seperti itu, maka isinya sudah mengalami oksidasi dan tidak bermanfaat lagi.
Kosmetik yang aman juga tidak berbau menyengat, busuk, atau tidak enak. Di samping itu, tak mengandung bahan yang menyebabkan iritasi pada kulit. Caranya mengetahuinya, dengan mengoleskan sedikit produk itu pada lengan bawah dan diamkan sekitar dua jam. Jika menjadi merah, gatal, atau panas kemungkinan kosmetik tersebut mengandung bahan iritan.
Dia menuturkan, semua kosmetik memiliki risiko menimbulkan alergi pada kulit orang yang sensitif, dan hal ini biasanya tidak bisa diprediksi, karena tidak semua orang mengalaminya. Untuk mengetahui apakah suatu kosmetik cocok atau tidak pada kulit, caranya dengan memakai produk itu setiap hari selama tiga hari berturut-turut.
"Apabila, setelah itu timbul reaksi, misalnya gatal, atau jadi muncul bruntus di kulit kita, kemungkinan besar berarti alergi," ujarnya. (asp)
