Merekam Adegan Syur, Normalkah?
- www.pixabay.com/Geralt
Orang-orang yang merekam kegiatan seksnya kerap kali dianggap menyimpang secara psikologis dan masuk kategori exhibitionism disorder. Padahal, dalam dunia psikologi tak selalu demikian. Sebagian orang yang membuat video seks hanya melakukan hal ini untuk kesenangan dan konsumsi pribadi.
Dilansir Daily Mail, bahkan di antara mereka juga ada yang menjadikan rekaman tersebut sebagai memorabilia dan menganggapnya pula sebagai bentuk latihan kepercayaan dan intimasi dengan pasangannya. Jika rekaman kegiatan seks itu dibuat untuk dibagikan kepada para kenalan atau disebarluaskan ke publik, baru hal ini dikatakan sebagai bentuk exhibitionism dan pelakunya disebut exhibitionist.
Hal serupa diungkapkan oleh Elizabeth Santosa. Psikolog dan penulis buku Rising Children in Digital Era ini mengungkapkan bahwa merekam atau mendokumentasikan kegiatan seksual adalah sebuah tindakan yang wajar.
"Itu sudah biasa, sudah sejak lama, bikin video seks terus bocor. Menurut saya ini adalah mutlak bentuk kecerobohan dan dan juga masalah kurang kedewasaan dalam bertindak, jadi tidak ada masalah kejiwaan di sini," ujarnya saat dihubungi VoxPop.co.id Kamis 26 Oktober 2017.
Menurutnya perilaku seksual memvideokan itu sebetulnya normal terjadi antarkekasih untuk dokumentasi mereka berdua dan untuk konsumsi pribadi.
"Kecuali mereka sepakat untuk dipublikasikan, misalnya seperti bintang film porno yang konteksnya adalah menjual atau memang mau jadi superstar atau motif balas dendam atau mencari uang. Hingga kini tidak ada aturan tertulis yang menyebut itu normal atau tidak. Itu adalah bagian dari hak privasi masing-masing," ujarnya.
Budaya dominan yang menganggap paparan seksualitas sebagai suatu hal yang negatif atau tabu. Karenanya sering kali mengabaikan hak-hak orang-orang yang terlibat dalam video seks yang viral.
Dalam kasus yang beredar belakangan, atas nama penasaran warganet beramai-ramai memburu video viral tersebut. Bahkan nama si pembuat video tersebut menjadi nomor 1 di daftar pencarian google. Menurut data, kata kunci pencarian itu hingga kemarin diburu lebih dari 50 ribu warganet.
Tidak sedikit pula yang memanfaatkan momen tersebut untuk mencari pundi-pundi uang. Beberapa netizen lantas mem-posting video kopian yang sudah di-blur kemudian di-posting ulang di akun youtube-nya. Menurut pantauan VoxPop.co.id, rata-rata minimal, postingan beberapa akun tersebut dikunjungi hingga 17 ribu orang.
Selanjutnya...
