Merekam Adegan Syur, Normalkah?

Ilustrasi menonton video porno.
Sumber :
  • www.pixabay.com/Geralt

Crown Prosecution Service (CPS) Inggris mengancam pelaku yang melakukan revenge porn tersebut bisa dikenai kurungan 14 tahun penjara. Meskipun tidak menguraikan bentuk undang-undang baru yang akan menjerat pelaku revenge porn tersebut, tetapi CPS memberikan panduan kepada pengacara tentang bagaimana untuk membawa kasus tersebut ke pengadilan. Selain Inggris, negara yang menolak revenge porn adalah Australia, dan Amerika. 

img_title Pesinetron MR Ditangkap Diduga Peras Pacar Sesama Jenis Pakai Video Syur, Total Kerugian Capai...

Untuk itu, lebih lanjut Elizabeth mengingatkan agar lebih hati-hati melakukan rekaman pribadi. Jika Anda tengah berhubungan (pacaran) dengan seseorang untuk tidak berlaku aneh-aneh dan melayani permintaan foto erotis.

"Kita harus lebih berhati-hati dalam mendokumentasikan dokumen pribadi, misalnya video ciuman, pelukan. Ini masalah kedewasaan," ujarnya

img_title Aktor Sinetron Ditangkap Buntut Diduga Peras Pacar Sesama Jenis dengan Ancam Sebar Video Syur

Kepada masyarakat ia juga mengingatkan bahwa untuk tidak menyebarkan karena berujung pada tindak pidana. 

"Menghujat, menilai, menjelek-jelekan itu menurut saya adalah tindakan yang tidak dewasa dan solutif. hanya memperburuk masalah saja."

img_title Begini Modus Bisnis Ubah Pemeran Video Porno Gunakan Deepfake di Kendal

Bagaimana sebaiknya orangtua mengingatkan?

Video yang beredar tentu menjadi momok meresahkan bagi orangtua, terutama orangtua yang melepas anak-anak remajanya untuk sekolah atau tinggal berjauhan. Lalu bagaimana sebaiknya sikap orangtua menanggapi kasus ini?

"Penilaian orangtua terhadap itu bermacam-macam. Orangtua pasti kecewa. Sikap yang sebaiknya diambil adalah berdiskusi sama anaknya," ujarnya.

Ia menilai, dengan berdiskusi orangtua bisa belajar memahami kondisi anak. Di lain sisi, orangtua juga tidak bisa menyalahkan sepenuhnya perilaku anak. 

"Kalau perlu anak dan orangtuanya sama-sama diterapi. karena bisa jadi perilaku anak yang seperti itu karena meniru orangtuanya. Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan anak, karena orangtua yang bijak dalam menyikapi masalah ini tidak perlu emosi," katanya.

Orangtua juga diharapkan mampu melakukan introspeksi diri terhadap cara mengasuh anak. 

"Kenapa anak saya berbuat seperti itu? Adakah kontribusi saya sebagai orangtua yang membuat anak saya seperti itu? Kalau saya merasa baik-baik saja dan anak saya melakukan kesalahan ini apa yang bisa saya ambil untuk jadi pelajaran bagi kami semua keluarga? Apa yang bisa saya ambil sebagai orangtua untuk mendidik anak saya lebih baik lagi, hikmah apa yang saya dapatkan dalam cercaan masyarakat ini? Menurut saya orangtua bijak akan melakukan pertanyaan-pertanyaan seperti itu." 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut