Memanfaatkan Sampah Makanan
- VoxPop/Ayu Utami
VoxPop – Pria pegawai super market itu terlihat sibuk memindahkan beberapa buah jeruk ke dalam kantung. Dalam troli yang ia bawa, terlihat beberapa jenis buah-buahan lain yang ditumpuk-tumpuk.
Pria bernama Cahyo itu mengatakan bahwa buah-buahan itu sudah tidak layak jual. Jeruk yang terlihat layu, pisang yang tak laku dijual karena secara fisik bentuknya sudah tak sedap dipandang mata, juga semangka potong yang sudah tak segar lagi.
Hampir setiap hari kegiatan menyortir produk makanan itu dilakukan. Cahyo mengatakan di supermarket tempat ia bekerja, ada standar kualitas yang ditentukan. Tak hanya buah-buahan, penyortiran itu berlaku juga untuk jenis makanan lain seperti daging hingga makanan kaleng.
"Kalau makanan kaleng masih bisa didiskon, misalnya masa kedaluwarsanya masih 1-2 bulan lagi. Tapi kalau daging-dagingan, buah dan sayuran kan enggak bisa, harus dibuang kalau enggak laku," ujarnya kepada VoxPop.
Dalam melakukan sortir, ada beberapa kriteria makanan yang harus dibuang. Salah satunya jika sudah berubah bentuk dan secara fisik tampilannya sudah tak layak jual, misalnya buah pisang dan mangga yang kulitnya menghitam, atau 'bonyok' di beberapa bagian. Untuk daging terlihat sudah tidak segar, sudah pasti langsung masuk tempat sampah.
"Ada juga beberapa item yang didiskon dulu sebelum dibuang. Kalau tak laku sampai batas yang di tentukan ya terpaksa dibuang," ujarnya.
Sebetulnya, bahan makanan yang dibuang itu masih layak konsumsi, hanya saja tampilannya kurang menarik. Buah-buahan yang menghitam bukan berarti busuk, namun terlalu matang.
Dalam satu hari, Cahyo mengaku ada sekitar 5 trash bag ukuran besar sampah makanan yang dibuang, untuk area food saja. Bahan makanan yang tak laku itu terkumpul sejak toko buka pukul 8 pagi.
“Sampahnya nanti ada yang ambil. Biasanya malam sudah ada mobil truk sampah yang datang,” ujar Cahyo.
Persoalan sampah bukanlah hal yang baru. Berbagai teknologi dikerahkan untuk mencari cara bagaimana mengurai sampah plastik dan steroafoam. Namun tidak demikian dengan sampah makanan.
Sebagian dari kita mungkin berpikir jika sampah makanan yang bersifat biodegradeable itu pasti bisa terurai secara alami, dibuat bio fuel, bio gas, atau diolah menjadi sumber energi lain. Padahal prosesnya tidak semudah itu. Proses alami yang dibutuhkan sampah makanan untuk terurai adalah 5-7 hari, tapi dengan banyaknya asupan sampah setiap harinya, proses ini tentunya membutuhkan waktu lama dan prosesnya tidak maksimal.
