Heboh 'Mahar Politik' Pilkada

Ilustrasi uang rupiah.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Selama ini, Gerindra juga mendorong setiap kandidat yang dinilai punya kapasitas dan kapabilitas menjadi pemimpin untuk maju. Contohnya, seperti Pilgub Jawa Barat yang akhirnya Gerindra mengusung Mayjen (Purn) Sudrajat. Maka, sangat tidak tepat kalau Prabowo justru meminta atau memalak La Nyala yang ingin maju di Jawa Timur.

img_title Temui Ketua DPD, Jenderal Andika: Orientasi Sebagai Panglima TNI Baru

"Kalau kami mengingatkan bahwa untuk pilgub dan pilkot perlu dana, ya kami lakukan. Untuk tokoh unggul yang tidak ada dana kami bantu," katanya.

Sekadar Logistik

img_title PON XX Papua, Momentum Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Fadli Zon, juga turut memberikan penjelasan. Dia membantah dan tidak percaya tudingan La Nyalla. Fadli menduga Prabowo hanya menanyakan kesiapan La Nyalla.

"Saya kira kalau dari Pak Prabowo enggak ada ya itu. Saya tidak pernah mendengar dan juga menemukan bukti semacam itu ya. Kalau misalnya itu terkait dipertanyakan kesiapannya untuk menyediakan dana untuk pemilu, yang itu digunakan untuk dirinya sendiri saya kira itu sangat mungkin," kata Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, 11 Januari 2018.

img_title HUT DPD, LaNyalla Ajak Sikapi Amandemen UUD 1945 Secara Negarawan

Menurut dia, logistik di dalam sebuah pertarungan seperti pilkada sangat dibutuhkan. Misalnya soal berapa dana yang disiapkan. Belum tentu juga dananya dari calon yang bersangkutan.

"Bisa juga dari penggalangannya baik dalam bentuk dana yang murni. Saya kira bukan untuk Pak Prabowo apalagi Gerindra. Saya kira itu lebih pada persiapan calon yang bersangkutan," ujarnya.

Fadli menjelaskan kebutuhan calon untuk menghadapi pilkada sangat besar. Misalnya untuk melakukan pertemuan, perjalanan, konsumsi, dan saksi dengan jumlah TPS sangat besar.

"Hitungan-hitungan itu pasti terkait dengan saksi, gerakan relawan dan sebagainya, jadi saya kira wajar, bukan untuk kepentingan pribadi, kepentingan partai, tapi kepentingan yang bersangkutan," kata Wakil Ketua DPR ini.

Ia menilai, hal ini hanya bentuk miskomunikasi saja. Sehingga bisa diperdebatkan apa yang menjadi persoalan. Ia menegaskan lagi Prabowo tak meminta uang tersebut. "Yang saya tahu mungkin yang dimaksud meminta menyiapkan untuk persiapan saksi dan sebagainya, bukan untuk Pak Prabowo. Untuk apa Pak Prabowo," tutur Fadli.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut