La Nyalla Sindir Joe Biden Latah soal Jakarta Tenggelam

Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti bertemu Dubes AS untuk RI Sung Y Kim
Sumber :
  • Ist

VoxPop – Ketua Dewan Perwakilan Daerah, La Nyalla Mahmud Mattalitti bertemu Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Sung Y Kim di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu, 4 Agustus 2021.

img_title Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Kinclong, Produk Global Bersinar Terdorong Ini

Dalam pertemuan itu, La Nyalla sempat menyinggung maksud pernyataan Presiden AS Joe Biden terkait kemungkinan tenggelamnya Jakarta dalam 10 tahun akibat perubahan iklim.

Menurut La Nyalla, negara adidaya seperti Amerika Serikat seharusnya dapat memberikan solusi yang dapat ditawarkan untuk mencegah adanya krisis iklim yang dapat menyebabkan kejadian tersebut, alih-alih hanya fokus pada pernyataan terkait Jakarta itu.

img_title Orang AS Ketagihan Tempe, Produk Pangan RI Laris hingga Rp 150 Miliar di New York

"Di bawah Presiden Joe Biden, kita belum melihat kejutan-kejutan positif dalam hubungan bilateral, kecuali pernyataannya yang menggemparkan itu. Kita justru minta solusinya apa, sebab untuk memindahkan ibu kota ke Kalimantan bukan hal yang mudah," kata LaNyalla.

Sebelumnya, Biden menyoroti perubahan iklim dan menyebut Jakarta berada di bawah ancaman kenaikan level permukaan air, dalam pidato di Kantor Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat, pada 27 Juli lalu.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Terkait pernyataan La Nyalla, Kim menjelaskan, pernyataan Biden itu terkait dengan isu perubahan iklim, yang dilihat sebagai masalah besar bagi seluruh dunia.

"Perubahan iklim menjadi perhatian pemerintah Amerika Serikat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Ini prioritas tinggi kami. Sehingga perlu kerja sama yang kuat dalam penanganannya," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa utusan khusus Presiden Amerika Serikat untuk iklim, John Kerry, sangat fokus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian terkait di Indonesia dalam menangani permasalahan itu. 

Menanggapi hal itu, Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen, Gusti Farid Hasan Aman, meminta agar berbagai dukungan dari Amerika Serikat dapat dipercepat untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim.

"Kita membutuhkan transfer teknologi, pendanaan, dan peningkatan SDM yang bisa menangani soal iklim ini," ujar dia.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden menyinggung Indonesia dalam pidatonya di depan para pejabat Intelijen AS pada Selasa, 27 Juli 2021 lalu. Dalam pernyataannya, Biden menyebut prediksi Ibu Kota Indonesia, Jakarta, bakal tenggelam dalam 10 tahun ke depan. 

Hal itu disebabkan fenomena perubahan iklim yang membuat ketidakstabilan suatu negara. Itu sebabnya, pemerintah Indonesia ingin memindahkan ibu kotanya ke Kalimantan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut