Skandal Olahraga, Drama Panas Beladiri Bersatu Vs Chintya Candranaya
- instagram.com/chintyacandranaya
Dia menjelaskan alasannya. Dalam video Chintya menghancurkan pilar tembok, terlihat betul bahwa ada dua footage dalam satu video.
"Kenapa bisa dibilang editing, garis di bawah tanganya itu tiba-tiba menjadi duaItu berarti ada footage lain yang ditempel disitu," ucapnya.
"Teknik editing ini bisa dipakai banget karena kameranya still. Jadi, fotage pertama dia nonjok tembok, kemudian dia hilang dan seperti yang telah di-breakdown sebelumnya dia pakai martil untuk menghancurkan tembok itu," sambungnya.
Versi Chintya Candranaya soal Video Editan
Chintya melalui Anjar Weni kukuh pada pendiriannya. Dia menyatakan berulang kali bahwa aksinya dalam video-video di media sosialnya adalah asli kesaktiannya dan tanpa rekayasa. Semua yang dilakukan Chintya dalam konten-kontennya 100 persen asli.
"Yang dimaksud editan itu seperti apa? Karena yang saya pahami video yang sudah diposting di youtube itu diedit terlebih dahulu," kata Anjar kepada VoxPop.
"Konten-konten Chintya itu yang diposting hanya yang berhasilnya, meskipun banyak yang gagalnya juga. Cuma yang bisa saya utarakan adalah gerakan beladirinya semuanya asli," sambungnya.
Terkait pernyataanya dia media sosial yang sempat viral terkait Chintya pernah lawan 40 orang sendirian, Anjar juga memberikan penjelasan. Dikatakannya, dia tidak pernah berujar demikian. Cuma saat itu akun media sosial miliknya dan Chintya ada yang memanage.
"Itu kan udah lama banget, jadi saya lupa. Nah jadi apa komentar saya di media sosial yang mengenai Chintya diangkat kembali oleh beberapa pihak," ucapnya.
Sementara Chintya mengatakan orang-orang yang telah menuduhnya melakukan pembohongan tidak memiliki bukti yang jelas.
"Menurut saya, jika video saya itu adalah editan, tolong tunjukkan bagaimana yang bukan editan itu. Harusnya, pembuktian itu dimulai dari oknum yang menyimpulkan itu adalah editan," kata Chintya.
"Oknum tersebut juga harus bisa membuktikan yang bukan editan secara jelas dan nyata agar tidak terjadi penyimpangan dan fitnah seperti yang tersebar sekarang ini," sambungnya
Chintya juga menyayangkan banyaknya video-video yang seolah-olah membongkar kebohongan dalam aksinya. Menurut Chintya, harusnya orang-orang tersebut memberikan pembuktian dengan aksi serupa jika apa yang dilakukannya editan.
