Skandal Olahraga, Drama Panas Beladiri Bersatu Vs Chintya Candranaya

Chintya Candranaya
Sumber :
  • instagram.com/chintyacandranaya

Dia menjelaskan alasannya. Dalam video Chintya menghancurkan pilar tembok, terlihat betul bahwa ada dua footage dalam satu video. 

img_title Ngeri! Ilia Topuria Buta Usai Dihancurkan Justin Gaethje di UFC

"Kenapa bisa dibilang editing, garis di bawah tanganya itu tiba-tiba menjadi duaItu berarti ada footage lain yang ditempel disitu," ucapnya.

"Teknik editing ini bisa dipakai banget karena kameranya still. Jadi, fotage pertama dia nonjok tembok, kemudian dia hilang dan seperti yang telah di-breakdown sebelumnya dia pakai martil untuk menghancurkan tembok itu," sambungnya.

img_title Bos UFC Dihantam Masalah Besar Usai Rencana Pertarungan di Gedung Putih

Versi Chintya Candranaya soal Video Editan

Chintya melalui Anjar Weni kukuh pada pendiriannya. Dia menyatakan berulang kali bahwa aksinya dalam video-video di media sosialnya adalah asli kesaktiannya dan tanpa rekayasa. Semua yang dilakukan Chintya dalam konten-kontennya 100 persen asli.

img_title Jakarta Bersiap Sambut Ajang Grappling Elite Dunia ADCC 2026

"Yang dimaksud editan itu seperti apa? Karena yang saya pahami video yang sudah diposting di youtube itu diedit terlebih dahulu," kata Anjar kepada VoxPop.

"Konten-konten Chintya itu yang diposting hanya yang berhasilnya, meskipun banyak yang gagalnya juga. Cuma yang bisa saya utarakan adalah gerakan beladirinya semuanya asli," sambungnya.

Terkait pernyataanya dia media sosial yang sempat viral terkait Chintya pernah lawan 40 orang sendirian, Anjar juga memberikan penjelasan. Dikatakannya, dia tidak pernah berujar demikian. Cuma saat itu akun media sosial miliknya dan Chintya ada yang memanage.

"Itu kan udah lama banget, jadi saya lupa. Nah jadi apa komentar saya di media sosial yang mengenai Chintya diangkat kembali oleh beberapa pihak," ucapnya.

Sementara Chintya mengatakan orang-orang yang telah menuduhnya melakukan pembohongan tidak memiliki bukti yang jelas. 

"Menurut saya, jika video saya itu adalah editan, tolong tunjukkan bagaimana yang bukan editan itu. Harusnya, pembuktian itu dimulai dari oknum yang menyimpulkan itu adalah editan," kata Chintya.

"Oknum tersebut juga harus bisa membuktikan yang bukan editan secara jelas dan nyata agar tidak terjadi penyimpangan dan fitnah seperti yang tersebar sekarang ini," sambungnya

Chintya juga menyayangkan banyaknya video-video yang seolah-olah membongkar kebohongan dalam aksinya. Menurut Chintya, harusnya orang-orang tersebut memberikan pembuktian dengan aksi serupa jika apa yang dilakukannya editan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut