Skandal Olahraga, Drama Panas Beladiri Bersatu Vs Chintya Candranaya
- instagram.com/chintyacandranaya
"Jika kesepakatan ini tidak disetujui, kami tetap menerima silaturahmi secara baik-baik agar masalah ini selesai dan kita semua dapat berdamai dan menjadi sahabat," ujarnya menambahkan.
Chintya juga meminta Beladiri Bersatu untuk menanggapi draft tersebut dan sudah tiba di Lampung pada Selasa kemarin, 13 Oktober 2020.
"Jika memanjang hingga lama dan tidak dapat bertemu pada waktu yang ditentukan maka kami anggap tidak ada itikad baik untuk berdamai.
Chintya kemudian menjelaskan balasan draft yang mereka ajukan dari Beladiri Bersatu. Dia mengatakan, perjanjian yang diajukan Beladiri Bersatu tidak melibatkan pihaknya dan dibuat tidak menimbang pengajuan perjanjian yang mereka tawarkan.
Beladiri Bersatu Merespons Draft Perjanjian
Dalam balasan itu isinya berbeda. Beladiri Bersatu telah menyusun nama-nama yang akan berduel. Di antaranya Chintya menghadapi Linda Darrow, Mustadi menghadapi Agus Setiawan Jaya (guru Chintya), Suwardi vs Ridho, Rudy vs Budi, dan Tibenk Aditya vs Anjar Weni.
Selain itu, Beladiri Bersatu juga meminta jika tim Chintya kalah, harus mengakui semua video yang dianggap real adalah editan dan rekayasa.
Kemudian, setelah sparing, Beladiri Bersatu akan mencoba mengikuti kemampuan tim Chintya untuk menendang pilar dan pipa besi.
Beladiri Bersatu juga berjanji jika sudah berdamai, semua konten yang menjadi viral ataupun konflik dengan tim Chintya akan dihapus.
Namun, menurut Beladiri Bersatu Chintya tidak menerima tawaran itu. Ia memutuskan untuk menarik kembali perjanjian yang ia ajukan dalam draft itu dan menganggap semua masalah telah selesai.
"Apa yang kami sampaikan bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui dan menilai bahwa kami berusaha memberikan informasi yang valid dan berimbang. Kami harapkan kebijakan masyarakat dapat melihat semua dengan berimbang," ucapnya.
![]()
Akun instagram grapplerrece mengungkap keanehan draft yang diberikan Chintya. Dia meminta Beladiri Bersatu untuk menanggapi draf tersebut pada 13 Oktober 2020. Sedangkan Chintya mengirimkan draft tersebut kepada mediator pada 12 Oktober 2020.
Sementara Beladiri Bersatu menyebut Chintya menentukan cara penyelesaian secara sepihak. Padahal, dalam hal ini Chintya dan Harimau Utara yang memiliki masalah.
