Skandal Olahraga, Drama Panas Beladiri Bersatu Vs Chintya Candranaya
- instagram.com/chintyacandranaya
Anjar melanjutkan, karena tak ingin Gerakan Beladiri Bersatu bersatu kecewa sudah jauh-jauh dari Jakarta tak bertemu Chintya, dia meminta pertemuan digelar di suatu tempat secara khusus keesokan harinya dengan lima orang dari Gerakan Beladiri Bersatu, dan lima orang dari pihak Chintya.
Keesokan harinya, Anjar kaget lantaran Gerakan Beladiri Bersatu datang lebih dari jumlah yang ditentukan. Padahal, mereka benar-benar datang hanya dengan jumlah personil lima orang, termasuk Chintya.
"Jadi pas sudah di sana saya dan salah satu tim saya turun menemui mereka. Chintya ada di sana, tapi saya suruh dia tetap di mobil. Kami datang dengan peralatan untuk pembuktian dan mereka bisa cek keasliannya,” ujarnya.
“Saya temui, saat itu saya masih berikir positif. Tapi tidak ada jalan keluarnya, mereka menuntut sesuatu dari Chintya tapi mereka menjawab sendiri, menyimpulkan sendiri," ucapnya.
Beladiri Bersatu Klaim Video Kesaktian Chintya Editan
Sejumlah pihak 'membongkar' secara langsung aksi-aksi Chinya. Salah satunya adalah Mustadi Anetta.
Dia melakukan investigasi tentang kebenaran soal Chintya yang menghancurkan benda-benda keras. Bahkan, Mustadi sempat mengunjungi tempat Chintya menghancurkan pilar tembok yang sempat viral. Chintya dalam video itu memamerkan ilmu menghancurkan pilar tembok bangunan yang tebal.
- Youtube/Curhatbangdennysumargo
Mustadi menyebut pilar tembok itu bukan dihancurkan oleh tangan melainkan benda keras, salah satunya martil. Dan selebihnya video pukulan dan hancurnya pilar tembok diolah melalui proses editing.
Mustadi berani memastikan jika itu bukan perbuatan tangan manusia. "Jadi bisa saya pastikan itu bukan dihancurkan tangan atau kaki," kata Mustadi dalam akun youtube sportone.
Editor Indonesia pun Nilai Editan
Bukan cuma Beladiri Bersatu yang menganalisa video-video kesaktian Chinta d media sosial adalah hasil editan atau rekayasa.
Salah satu kreator konten top di Indonesia, Chandra Liow bersama timnya juga memberikan rekasinya terhadap video-video itu. Lalu hasilnya apa? Chandra dan timnya (editor Indonesia) memastikan bahwa video Chintya adalah editan.
- VoxPop/Zahrotustianah
Chandra Liow membongkar borok Chintya saat menghancurkan pilar tembok. "Setelah kami menelaah, bisa dibilang bahwa video ini adalah rekayasa dari editing. Kenapa baru sekarang kami reaksi? Karena kami tidak mau mengejar momentum," kata Chandra dalam akun youtube-nya.
