Skandal Olahraga, Drama Panas Beladiri Bersatu Vs Chintya Candranaya

Chintya Candranaya
Sumber :
  • instagram.com/chintyacandranaya

"Menggunakan alasan pembodohan publik dan menyudutkan saya. Sebenarnya menurut saya jika itu adalah editan dan pembodohan publik, seyogyanya tunjukkan dengan tindakan," ucapnya.

img_title Conor McGregor hingga Oleksandr Usyk, Daftar Calon Lawan Jake Paul di MMA

"Jadi bisa menjadi nilai rujukan yang jelas, bukan mengubah-ubah video yang sudah ada jadi dibuat seolah editan yang justru memperuncing ke pembohongan publik," tegasnya.

img_title Conor McGregor Bikin Ulah Jelang UFC 329, Max Holloway Sampai Kena Psywar di Depan Dana White

Kasus Berlanjut ke Perdamaian, Tapi...

Kasus Chintya berlanjut hingga Oktober 2020. Sempat terjadi titik terang, Chintya mengajukan draft perjanjian damai pada Beladiri Bersatu.

img_title Comeback Conor McGregor Bikin Dunia UFC Heboh, Tapi Aura Sang Raja Sudah Tak Lagi Sama?

Isinya, Chintya yang mengklaim berasal dari perguruan silat Harimau Utara itu menyanggupi tantangan sparing dari Suwardi cs. 

Namun, dalam draft pernjanjian damai ini juga terjadi dua versi. Tak ditemukan kata sepakat hingga akhirnya skandal kembali berlarut-larut.

Perjanjian Damai Versi Chintya Candranaya

Chintya, dalam draft yang ia kirimkan menyatakan bakal berhadapan dengan Nirmalasari Oktaviani. Pesilat yang akrab disapa Nirmala Oki itu pernah memenangkan Kejuaraan Dunia Pencak Silat Ke-17 pada 2016 di Bali.

Kemudian rekan seperguruan Chintya yaitu Budi dan Ridho juga ambil bagian dalam sparing tersebut. Mereka dijadwalkan berhadapan dengan Rudy Agustian dan mantan atlet sekaligus wasit MMA, Mustadi Anetta.

Sparring yang dimaksud Chintya berbeda dengan yang diinginkan Beladiri Bersatu. Chintya mengajak untuk melakukan apa yang selama ini ia pamerkan seperti membengkokkan pipa besi, dan menandang pilar tembok. 

Pun, Chintya sendiri yang menentukan lawan. Dalam draft itu, Chintya juga mengajukan beberapa persyaratan.

"Untuk Budi dan Rudy tiga menit nonstop, untuk Mustadi versus Ridho tiga menit nonstop, untuk saya dan Nirmala Oki lima menit nonstop," Beber Chintya dalam Youtube-nya.

"Kemudian menendang tabung gas 12 kg lima ronde dan setiap ronde lima tendangan. Sparing dinyatakan selesai apabila ada pihak yang menyerah atau tidak bisa melanjutkan," sambungnya.

Chintya memaparkan, jika Mustadi, Rudy, dan Nirmala tidak bersedia menjalani urutan tersebut sampai tuntas, maka kesepakatan tidak terjadi dan ia tidak menerima ajakan sparing seperti yang diinginkan Beladiri Bersatu yakni duel satu lawan satu.

"Kami ingin mengedukasi masyarakat luas bahwa bagi siapapun tidak boleh mendeskreditkan, melecehkan cara latihan dari beladiri manapun yang berbeda. Dan dengan ini agar dapat menghargai satu sama lain," ucap Chintya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut