Kisah Atlet Muda Indonesia ke Panggung MMA Dunia: Darah Muda Mental Baja Diasah Pertacami

Atlet bela diri PB Pertacami Rico Sanusi
Sumber :
  • Pertacami

Atlet 16 tahun itu awalnya diragukan keseriusannya, namun semenjak dirinya diangap pantas oleh sang ayah, Jerico mulai ditempa habis-habisan. PSSC sendiri merupakan klub yang telah melahirkan beberapa bibit atlet nasional. Pada
 
Kejuaraan Nasional PB Pertacami U-18 2024, empat atlet klub tersebut mengalungi medali emas, termasuk Jerico.

img_title 24 Atlet Indonesia Terpilih Bakal Tampil di Power Race International Final Bangkok 2026

Hingga saat ini, Jerico berhasil meraih beberapa gelar mulai dari level Kejuaraan Daerah hingga terakhir Kejuaraan Nasional PB Pertacami U-18 pada Mei 2024 lalu.

Kini, ia tengah berlatih bersama Pelatnas PB Pertacami dalam persiapan GAMMA World MMA Championships 2024 yang akan digelar di Dewa United Arena, Banten, mulai 6 Desember mendatang.

img_title Sadis! Ucapan Islam Makhachev Jelang UFC 330, Ian Machado Garry Cuma Bisa Lari-Lari

“Sebenarnya saya sempat goyah mendengar kata-kata kalau atlet itu tidak berharga, tidak dapat menghasilkan apa-apa, tidak berguna seperti itu dari orang tua saya. Tapi entah kenapa memang jiwa saya memang ke atlet, saya memang tetap berpegang teguh pada pendirian saya bahwa saya bisa menjadi atlet melebihi dari orang tua saya,” terang Jerico.

“Motivasi terbesar saya itu memang dari orang tua saya. Karena orang tua saya adalah orang yang gagal dalam mewujudkan mimpinya (sebagai atlet) dan saya bercita-cita untuk mewujudkan mimpinya kembali di masa muda saya ini. Saya tidak akan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang sudah diberi, saya akan ambil semua,” tutupnya.

img_title PP ALTI Lepas 27 Atlet Terbaik, Indonesia Pasang Target Tinggi di SEATRC 2026

Setali tiga uang dengan Jerico, Rico yang juga akan berlaga di GAMMA World MMA Championships 2024 telah mengenal atlet dari dalam lingkaran keluarganya. Ialah Jeremia Siregar, mantan juara MMA nasional kelas terbang, yang merupakan pamannya.

Pemuda kelahiran Sidikalang itu sudah mengenal MMA sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Adrenalin Rico terpacu setiap Ia menyaksikan pamannya adu jotos di atas ring. Ada rasa “greget” setiap Ia mendengar bunyi kepalan tangan yang menghantam daging.

Perasaan tersebut dibawa Rico ke bangku sekolah. Ia kerap terlibat dalam perkelahian, baik sesama pelajar di sekolah tersebut maupun dengan pelajar dari sekolah lain. Tak jarang, ia membawa kenang-kenangan dari setiap perkelahian tersebut berupa luka lebam di wajah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut