Viral Pesta Miras Oplosan hingga 3 Pelajar Dianiaya Tewas, Polisi Tetapkan 5 Tersangka
- Tangkapan layar media sosial Twitter
Hingga kini, kata Ridwan para tersangka telah ditahan di Mapolrestabes Makassar guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Sebelumnya diberitakan tiga pelajar di kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dilaporkan tewas usai pesta minum miras oplosan, pada Selasa malam 21 Februari 2023. Pihak kepolisian yang menerima laporan kasus itu terus mendalami setelah sebuah video mereka viral di media sosial yang memperlihatkan para pelajar tersebut diancam dan dianiaya oleh rekannya di dalam kosan untuk ikut pesta miras.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang remaja laki-laki dipukuli oleh rekannya hingga menangis. Keduanya tampak oleng. Remaja itu lalu menuju ke arah pintu mendekati dua teman lainnya. Di situ mereka pun akhirnya minum miras bareng hingga terkapar.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Ridwan Hutagaol mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyelidiki video yang beredar tersebut. Termasuk dengan mendalami penyebab tewasnya ketiga pelajar itu, apakah benar karena miras oplosan atau kah karena dianiaya. Apalagi, korbannya telah bertambah menjadi tiga yang sebelumnya hanya dua.
"Iya benar, saat ini sementara didalami dulu karena korbannya kemarin cuman dua sekarang bertambah menjadi tiga," kata Ridwan saat dimintai konfirmasi, Rabu 1 Maret 2023.
Ridwan mengaku sampai saat ini pihak kepolisian belum bisa memeriksa saksi-saksi atau pun terduga pelaku dalam kasus tersebut. Hal itu disebabkan, para saksi dan terduga pelaku semua masih dirawat di rumah sakit akibat minum miras oplosan itu. Sedangkan para korban sudah meninggal dunia. Sehingga sulit untuk mengambil keterangan.
"Belum ada yang diperiksa karena kondisi saksi dan diduga pelaku ini dalam keadaan masih sakit. Sementara korbannya sudah meninggal semua tiga orang," ucapnya.
Ridwan menyebut akan terus mendalami kasus tersebut hingga terungkap. Pihaknya tidak akan pandang bulu meski para terduga pelaku masih tak sadarkan diri. Ridwan mengaku akan menunggu mereka sadar sembari mengumpulkan beberapa bukti dan para saksi lainnya.
"Tentu akan kita akan kumpulkan bukti dan saksi sembari menunggu para saksi dan pelaku sadar," tegasnya.
