Heboh Israel Grebek Kantor Al Jazeera di Nazareth, Sejumlah Peralatan Disita

Kantor Al Jazeera di Nazareth digerebek Israel, peralatan disita.
Sumber :
  • X | shlomo_karhi

VoxPop – Menteri Komunikasi Israel, Shlomo Karhi, telah memerintahkan penggerebekan yang dilakukan di kantor Al Jazeera, saluran televisi Qatar, yang terletak di Nazareth, bagian utara Israel.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Karhi menyampaikan melalui media sosial X, bahwa inspektur dari Kementerian Komunikasi bersama dengan petugas polisi telah melakukan penyitaan terhadap peralatan yang dimiliki oleh kantor tersebut.

“Hari ini saya memerintahkan penggerebekan studio di Nazareth tempat reporter Al Jazeera melakukan siaran. Saat ini, inspektur dari Kementerian Perhubungan dan Divisi Taktis Polisi Distrik Utara sedang menyita peralatan mereka. Israel tidak akan membiarkan Hamas menyiarkan dari sini,” tulisnya.

img_title Netanyahu Tak Takut Ditangkap Negara Anggota ICC atas Dugaan Kejahatan Perang, Ini Alasannya

Bulan lalu, Knesset Israel menyetujui undang-undang yang memberikan izin untuk menutup saluran televisi Al Jazeera.

img_title AS Kembali Serang Wilayah Iran dekat Perbatasan Irak

Sesuai dengan undang-undang tersebut, menteri komunikasi diberikan kekuasaan untuk menutup operasi jaringan asing di Israel.

Selain itu, menteri komunikasi juga memiliki kewenangan untuk menyita peralatan mereka apabila siaran yang mereka lakukan dianggap oleh menteri pertahanan sebagai "ancaman nyata terhadap keamanan negara."

Al Jazeera memiliki kantor dan tim koresponden yang aktif di Israel, termasuk dalam peliputan perang yang berlangsung antara Israel dan Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang telah menelan korban lebih dari 34.900 jiwa.

Aksi penggrebekan ini pun menuai sorotan dari netizen di media sosia. “Kami tidak terkejut, karena anda memang anti demokrasi dan anti kemanusiaan,” tulis seorang netizen di kolom komentar.

Israel Tidak Takut Ancaman AS soal Senjata

PM Israel Benyamin Netanyahu bersama Batalion khusus Netzah Yehuda

Photo :
  • https://jcpa.org/

Sementara itu, sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu juga mengatakan bahwa militer Israel siap berperang dengan segala kekuatan mereka. Hal ini menunjukan bahwa Netanyahu mengabaikan peringatan dari Presiden AS, Joe Biden mengenai pasokan senjata, yang dapat ditahan sehubungan dengan rencana operasi di Rafah.

Tindakan Israel yang sudah lama mengancam Rafah, di mana ribuan pejuang Hamas dan puluhan sandera berlindung di antara lebih dari satu juta warga Palestina, dimulai pada minggu ini dengan evakuasi ribuan warga sipil.

Pemerintahan Biden mengatakan bahwa mereka tidak dapat mendukung invasi besar-besaran Tel Aviv di Rafah karena tidak adanya rencana yang kredibel untuk melindungi non-kombatan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut