Polisi Ungkap Motif Bos Tukang Roti Aniaya Karyawan Toko Roti yang Disebut-sebut kebal Hukum

Sosok Anak Bos Toko Roti yang Tega Aniaya Karyawati yang Viral di Media Sosial
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, VoxPop –  Aparat kepolisian berhasil menangkap GSH, anak pemilik toko roti yang diduga menganiaya seorang karyawan toko roti di Jalan Raya Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Pelaku ditangkap di Hotel Anugerah, Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu malam, 15 Desember 2024 oleh tim gabungan Direktorat Krimum Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polrestro Jakarta Timur. 

img_title Lindas Adiknya usai Kepergok Bareng Wanita Lain dalam Mobil, Sekda Konawe Selatan Jadi Tersangka

"Pelaku sudah ditangkap pada salah satu hotel di Sukabumi, Jawa Barat," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly dalam keterangan yang dikutip Antara Senin 16 Desember 2024.

Kronologi Kejadian 

img_title Heboh! Pria di Tangerang Dianiaya 5 Jam Lebih Hingga Dipaksa Masturbasi, Polisi Turun Tangan

Kasus bermula ketika pelaku meminta korban, seorang karyawan toko roti, untuk mengantarkan makanan ke kamar pribadinya. Namun, permintaan itu ditolak korban dengan alasan bukan bagian dari pekerjaannya.

"Awalnya terlapor (terduga pelaku) minta tolong kepada korban untuk mengantar makanan ke kamar pribadi terlapor, kemudian korban tidak mau yang dikarenakan bukan pekerjaannya," kata Kasi Humas Polres Metro Jaktim AKP Lina Yuliana dikutip Antara.

img_title Mau Resign, Pegawai Koperasi Simpan Pinjam di Tangerang Diduga Disekap dan Dianaya Bosnya

Penolakan tersebut membuat pelaku naik pitam hingga akhirnya menganiaya korban. 

Kejadian ini kemudian terulang kembali pada Kamis 17 Desember 2024, ketika korban kembali menolak permintaan pelaku karena sedang bekerja.

Amarah pelaku memuncak, dan ia melempar sejumlah barang, termasuk kursi, yang mengakibatkan kepala korban terluka parah. 

“Akhirnya setelah saya tolak berkali-kali dia marah dan melempar saya pakai patung batu, kursi, meja, mesin bank dilakukan berkali-kali dan semua barang yang dilempar oleh si pelaku semua kena tubuh saya,” ungkap korban.

Sempat Merasa Kebal Hukum

Korban juga mengungkap bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan pelaku bukanlah yang pertama kali. Pelaku, yang merupakan anak pemilik toko roti, sempat bersikap jumawa dan merasa tidak akan tersentuh oleh hukum. 

"Saya dikatain babu dan orang miskin, dia merendahkan saya dan keluarga saya. Dua juga sempat ngomong orang miskin kayak lu nggak bakal bisa masukin gua ke penjara, gua kebal hukum," cerita korban.

Namun, langkah hukum tetap ditempuh oleh korban. Kasus ini kini telah memasuki tahap penyidikan dengan sejumlah saksi telah diperiksa oleh polisi. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut