Lebak, Sebuah Episode Penjajahan Gaya Baru

Buruh asal Cina
Sumber :
  • U-Report

Berdirinya industri ini diharapkan menjadi salah satu jalan untuk menyejahterakan penduduk lokal yang bermukim di sekitar kawasan tersebut. Peningkatan kualitas hidup bisa ditopang karena sudah pasti adanya industri akan memerlukan sumber daya manusia sebagai penggerak motor perusahaan. Sayangnya pendidikan di Kabupaten Lebak masih menjadi salah satu yang sulit di akses. Hal ini dibuktikan dengan presentase penduduk Lebak yang bisa membaca dan menulis huruf latin yaitu hanya 37,61%.

img_title Kebangkitan Komunis antara Gaya Baru dan Modus Lama

Keadaan ini menyebabkan sumber daya manusia di Lebak masih belum diminati sektor industri sebagai tenaga kerja. Sehingga pihak perusahaan lebih memilih mendatangkan para pekerja dari negara Cina. Kedatangan orang Cina (Ras Mongoloid) sebanyak 700 orang yang mengintroduksi kawasan Bayah dan sekitarnya justru dikhawatirkan menimbulkan masalah, seperti adanya kecemburuan sosial masyarakat lokal yang harusnya diberdayakan akan tetapi akhirnya hanya jadi penonton dan kalaupun bekerja hanya menjadi pekerja kasar saja.

Adanya orang Cina yang datang ke Lebak pada tahap lebih lanjut akan menyebabkan adanya persaingan. Persaingan tersebut karena adanya interaksi dalam penguasaan sumber daya yang jumlahnya terbatas, yaitu pekerjaan. Interaksi yang terjadi berupa kompetisi intraspesifik, di mana dua kelompok yang sama berada dalam suatu relung ekologi yang sama dihadapkan dengan upaya pemenuhan kebutuhan yang juga sama. Menurut Fachrul, adanya dua persaingan dalam sistem ekologi yang saling berinteraksi dalam komunitas yang sama akan menyebabkan kondisinya menjadi stres. Lebih lanjut menurut Begon et al, bahwa pada tahap yang lebih jauh persaingan ini akan berpengaruh terhadap sebaran dan evolusi mahluk hidup itu sendiri. Akibatnya kepunahan satu spesies yang kalah dari kompetisi dalam lingkup lokal.

img_title Kekerasan Seksual dan Tamparan Keras untuk Pemerintah

Jika dianalogikan yaitu persaingan orang Yahudi dan Arya ketika Perang dunia II di Jerman di bawah kepemimpinan Adolf Hitler. Orang Yahudi menunjukan kemampuan bersaing yang hebat walaupun jumlah mereka minoritas saat itu. Perlahan hal ini menimbulkan kecemburuan dan pada tahap yang lebih lanjut timbul adanya kebencian orang Jerman terhadap Yahudi sehingga muncul gerakan pembantaian yahudi kala itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut