Sepenggal Kisah Bertahan Hidup di antara Kemelut Kehidupan

Aku, yang masih berjuang untuk bisa kembali sehat.
Sumber :
  • U-Report

Aku orangnya tidak bisa diprediksi. Kebanyakan teman dan orang terdekatku mengatakan aku orang yang aneh. Orang-orang sekontrakan aku yang isinya dari berbagai daerah melihatku dalam keadaan botak membuat mereka penasaran dan selalu ingin tahu. Aku hanya bisa tertawa dan menjawab, “gatal”. Alan teman kerjaku yang kamarnya bersebelahan denganku memergokiku dalam keadaan gundul. “Eh, loe gila ya? Tiba-tiba dibotakin!” ucapnya sambil melemparkan aku baju kotor yang ada di ember.

img_title Inilah Pemenang Cerita Favorit Anda Periode II

Suatu hari ini pasti terjadi, aku akan di kemoterapi kalau penyakitku semakin parah dan karena aku sudah terbiasa botak jadi nanti enggak kaget lagi kalau semua rambut dan bulu-bulu yang ada di tubuh gue rontok, enggak bikin down,” jawabku santai.

Alan malah tidak senang mendengarnya. Dia langsung keluar kamar dan menghilang entah kemana. Aku hanya bisa angkat bahu dan tersenyum geli. Hidup itu penuh cerita dan misteri, tapi aku menikmati alur cerita hidupku. Sangat aku menikmatinya. Walaupun sedikit aneh dan kadang enggak masuk di akal.

img_title Islam Alat Radikalisme?

Sudah dua hari aku tidak masuk kerja. Bukan karena perkataan accounting-ku yang selalu terngiang-ngiang di kepalaku, tapi karena kemarin malam aku terjatuh dari tangga. Kakiku bengkak dan membayangkan perjalananku setiap hari ke pergudangan membuat aku malas sekali untuk bangun pagi. Bu, aku sakit. Kakiku bengkak dan tidak bisa jalan. Ibu cari pengganti aku saja, aku resign.”  Pagi ini aku menelepon bosku. Kamu itu lagi sakit kan? Kalau sakit ya istirahat ngapain minta resign, sudah jangan pikirin pekerjaan, istirahat saja.” jawab bos aku sambil menutup teleponnya tanpa memberikan aku kesempatan untuk berkata-kata.

Aku hanya bisa menatap teleponku dan mengerutkan kening, bingung. Bukan semakin sembuh, biru-biru lebam di tubuhku yang hilang silih berganti semakin membuat aku malas bekerja. Aku sudah melupakan obat-obatan yang dipesan dokter untuk diminum tanpa seharipun terlewat. Aku melupakannya dan berusaha hidup normal seperti orang-orang sehat. Aku sehat, yayaya... sehat! tekadku.

img_title Kisah Lulusan MAN yang Dipaksa Jadi Pekerja Seks

Tetapi dengan biru lebam di setiap kaki, paha, lengan, pegal di pundak kananku dan pusing di setiap saat, apa masih layak disebut sehat? Hanya berkutat dengan gadget mencari kebenaran tentang herbal untuk menyembuhkan penyakitku ini tanpa obat rumah sakit. Aku memerintahkan tukang sampah untuk mencarikan aku daun sirsak sebanyak yang bisa dia ambil. Alhasil, dua karung beras dia bawa. Dengan perbandingan 15 helai daun sirsak dan 3 gelas air di rebus sampai hanya tertinggal 1 gelas saja aku terus meminumnya, seperti kewajiban minum air putih.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut