Nothing is Impossible
- U-Report
Aku menoleh ke teman sebangkuku, tetapi ia hanya diam tanpa mau membantu. “Bu, Ana tidak akan menjawab pertanyaan ibu karena dia sangat bodoh bu!” teriak Dio keras disambut tawa oleh teman sekelasku. “Diam kalian semua, biarkan Ana menjawab,” lerai Bu Ratna. “Umm-A-a-akku tidak tahu bu,” ucapku terbata sambil menundukkan kepalaku takut. “Baiklah tak apa Ana. Lainkali kau harus memperhatikan saat Ibu menjelaskan materi,” ujar Bu Ratna lembut. “Baik, siapa yang bisa menjawab?” tanya Bu Ratna pada teman-teman sekelasku. Kulihat Dio mengangkat tangannya dengan semangat, “Ya, Dio silahkan.” ucap Bu Ratna. “Inti bumi, mantel bumi, dan kerak bumi,” jawab Dio dengan semangat lalu tersenyum remeh ke arahku. Aku hanya bisa menundukkan kepalaku lagi.
Jam pelajaran terus berganti hingga saat bel pulang pun berbunyi. Aku pulang ke rumah seperti biasa. Pada saat malam hari aku mendengar pintu rumahku diketuk. Aku membukanya, terlihat Jack dengan kesusahan membawa buku. Aku pun membantunya membawa buku masuk ke dalam rumahku. Aku dan Jack duduk di sofa ruang keluarga di rumahku. “Ada apa? Mengapa kau membawa buku ke rumahku?” tanyaku heran. Ia hanya tersenyum penuh misteri. “Aku hanya ingin kau membalas dendam kepada Dio, itu saja.” Aku menggelengkan kepalaku. “Tidak Jack, itu perbuatan yang tidak baik,” kataku menolak.
“Tidak Ana, ini hanya membalasnya dengan cara yang baik. Kau hanya perlu belajar dengan giat dan mengalahkannya di dalam kelas. Tentu saja tidak dengan mempermalukannya seperti ia mempermalukanmu,” ucapnya menjelaskan. “Aku ingin, tetapi bagaimana kalau aku justru tidak mengerti juga?” jawabku pesimis. “Kau hanya perlu belajar dengan giat dan mengerti materinya satu-satu, tidak semuanya Ana,” ucap Jack seolah tahu apa yang aku pikirkan. “Baiklah,” ucapku menyetujui perkataannya.
Dari situlah aku mulai belajar bersama Jack. Jack termasuk siswa terpintar di sekolah tidak sepertiku siswi terbodoh di sekolah. Tanpa terasa sepuluh tahun berlalu. Kini, aku Anastasia Hill, seorang pemimpin perusahaan ternama di Indonesia dan Inggris. Seorang siswi terbodoh saat masa Senior High School-nya kini bisa memimpin perusahaan yang kubangun dari nol. Mungkin kalau bukan bantuan dari Jack yang mengajariku secara perlahan aku tidak akan seperti ini. Mungkin aku sudah ditendang dari keluargaku dan menjadi seorang gelandangan.
