Kenanganku bersama Sepeda Tua

Ilustrasi sepeda.
Sumber :
  • U-Report

Tapi sepertinya bapak itu salah, soalnya saya merasa baik-baik saja. Napas masih teratur dan tidak ada keluhan selain dari pantat saya yang ketarik itu. Si tukang kue yang nabrak mukanya saya perhatikan jadi pucet juga. kalau bisa ngomong, muka dia tuh kayak mau bilang begini, "Aduh ngimpi apa gue semalem ya. Udah jualan roti lagi sepi eh gue malah nabrak anak biawak segala".

img_title Kisah Seorang Istri tentang Suaminya Pecandu Ganja

Setelah berunding, akhirnya si penabrak harus mengantar saya ke sekolah. SIM dan STNK dia dipegang saya dan saya berangkat naik taksi ke sekolah. Sepeda malang dititipi di pos satpam yang ada di sana. Kalau saya jahat, harusnya saya ancam tuh tukang roti, "Mas, mau diperpanjang masalahnya? Kalau enggak mau, Anda harus antar roti abon dan roti keju setiap pagi ke rumah saya ya!"

Sesampainya di sekolah, si tukang roti menemui guru saya. Sumpah ya, saya sebenarnya sudah tidak kenapa-kenapa. Sakitnya sudah tidak terasa sama sekali, tapi karena saya ingat kalau hari ini ada tes menyanyi jadi saya harus akting kalau saya sedang menahan kesakitan yang sangat. Saya pura-pura duduk di lantai sambil bersandar ke lemari. Muka saya menunjukkan rasa sakit yang sangat. Di sisi lain, terlihat guru saya sedang berbicara dengan si penabrak.

img_title Keseruan Sahur di Mess Awak Kereta Parung Panjang

Saat itu yang ada di harapan saya adalah ibu guru akan menghampiri saya dan bilang, "Sani, kayaknya kamu istirahat dulu di ruang UKS ya, ibu tidak tega melihat kamu. Nanti ibu telepon orang tua kamu agar kamu dijemput." Semoga ya Tuhan.

Tidak berapa lama, ibu guru datang menghampiri saya. Mukanya tidak menunjukkan rasa iba. Apa mungkin dia tidak terpedaya dengan akting saya ya? Apa kualitas akting saya terlalu pas-pasan ya? Dia menghampiri saya sambil bilang, "Sani, kamu sekarang masuk kelas dulu. Nanti kalau kamu tidak kuat, kamu boleh izin istirahat ke ruang UKS." jelasnya. "Tapi Bu, kata orang-orang saya kena penyakit dalam akibat benturan tadi. Saya belum boleh banyak bergerak." kata saya beralibi, sambil menunjukkan muka iba. "Iya, tapi Ibu lihat kamu tidak apa-apa kok. Kamu masuk kelas dulu nanti kalau sudah tidak kuat kamu izin istirahat".

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Desa Bukan Hanya Sekadar Desa
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut