Ancaman Ketahanan Energi 'Pasca - Ali Khamenei'
- IRNA
Kedua, memperkuat akselerasi mandatori biodiesel. Dengan mengolah sawit menjadi bahan bakar diesel, sejatinya kita sedang menciptakan cadangan energi berjalan. Maka, saat harga minyak dunia mengalami kenaiakan, harga Crude Palm Oil (CPO) –minyak kelapa sawit mentah domestik, bisa menjadi penyangga agar biaya transportasi logistik dalam negeri tidak ikut meroket dan ekonomi tetap tumbuh.
Ketiga, memperkuat kebijakan elektrifikasi transportasi dan ketahanan berbasis komunitias. Kesadaran koletif rakyat Indonesia tentang peralihan transportasi dari konsumsi BBM ke listrik harus digalakkan secara masif. Salah satunya dengan Percepatan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Selain menjaga ekologi, ketergantungan pada BBM akan menurun dan otomatis akan mengurangi beban subsidi APBN sekaligus memperkuat ketahanan rumah tangga dari gejolak harga minyak dunia.
Selain itu, pemerintah harus menciptakan micro-grid –pembangkit tenaga surya skala kecil di daerah terpencil. Tujuannya, jika terjadi krisis energi akibat perang global, wilayah-wilayah yang memiliki kemandirian energi hijau tetap bisa menjalankan aktivitas dan roda ekonomi tetap berputar tanpa bergantung pada distribusi BBM dari pusat yang pasti akan terganggu.
Sebagai catatan akhir, energi hijau bisa disebut sebagai “asuransi keamanan” bagi Indonesia. jauh sebelum meletusnya konfrontasi militer AS terhadap Iran (2026), kemandirian energi merupakan “harga mati” bagi kesejahteraan sejati dan menjadi visi “ikonik” Presiden Prabowo Subianto.
