Kenali Hal-hal yang Dapat Merusak Iman
- VoxPop.co.id/Muhamad Solihin
VoxPop – Pilar-pilar agama ada tiga yaitu Islam, iman, dan ihsan. Sebagai umat yang patuh terhadap agama, sudah seyogyanya kita melaksanakan tiga pilar tersebut. Iman di sini memiliki arti umat Islam harus mengucapkan dengan lisan, meyakini dengan hati, dan mengerjakan dengan perbuatan.
Inti dari iman tersebut adalah percaya. Namun demikian, perlu kita ketahui bahwa iman manusia tidak selamanya konstan. Adakalanya naik dan adakalanya turun. Hal ini dipengaruhi oleh banyak hal, di antaranya lingkungan tempat orang itu tinggal, relasi dengan orang-orang yang berbeda keyakinan, dan lain-lain. Kondisi keimanan manusia bisa dinyatakan batal atau rusak jika seseorang tersebut berbuat sesuatu hal yang merusak keimanan. Hal-hal yang dapat merusak keimanan, di antaranya.
1. Syirik.
Syirik adalah perbuatan menyekutukan Allah. Dalam hal ini, berarti segala sesuatu yang merupakan kekhususan Allah seperti menyembah Allah atau berdoa dan meminta kepada selain Allah. Mempersekutukan Allah berarti munculnya kepercayaan terhadap sesuatu sebagaimana sifat-sifat atau perbuatan Tuhan terhadap manusia, makhluk, atau alam.
Padahal Allah tidak ada keserupaannya, tidak ada yang menandinginya, satu-satunya yang Maha Kuasa. Mempercayai mitos berarti merusak kemurnian akidah karena isi (substansif) kepercayaan telah terisi dengan yang lain atau tercampur.
Syirik dibagi menjadi 2, yaitu syirk jali (syirik terang-terangan) atau biasa disebut dengan syirik akbar (syirik yang terbesar). Yaitu secara terang-terangan menyembah selain Allah seperti menyembah patung atau berhala dan lain-lain. Atau suatu tindakan atau sikap seseorang menyarikatkan/menduakan kekuasaan, kekuatan, atau pemberi selamat/madarat kepada selain Allah.
Yang kedua syirik ashghar yang dikelompokkan menjadi 3. Syirik dalam uluhiyah, yaitu orang yang meyakini bahwa ada tuhan selain Allah yang patut disembah. Contoh seperti meminta pertolongan kepada yang telah meninggal, mendatangi dukun, berdoa di pohon-pohon yang dikatakan keramat.
Syirik dalam arrububiyah, yaitu jika seseorang meyakini bahwa ada selain Allah yang bisa menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan atau mematikan dan yang lainnya dari sifat-sifat ar-Rububiah-nya. Contoh Firaun yang mengaku menjadi Tuhan dan dapat mengatur serta menentukan sesuatu, kemudian juga seperti Raja Namrud pada masa Nabi Ibrahim.
