Menciptakan Ruang Pendidikan Semakin Ramah, Aman dan Nyaman
- vstory
VoxPop - Hari-hari ini kabar kurang menyenangkan dari dunia pendidikan hadir di tengah masyarakat kita, kabar mengenai bullying, kekerasan sampai yang paling menyayat seperti kasus pelecehan seakan semakin menghantui kehidupan pendidikan anak - anak sekalian.
Kasusnya pun tak hanya satu kali terjadi, menjadi sangat memprihatinkan kita bahwa kasus satu dan timpalannya seakan terus ada dan muncul di tengah kita semuanya. Ini tentu menjadikan pendidikan kita kian kompleks akan dinamika, selain dikejar oleh optimalisasi, efektifitas, tunjangan sarana dan prasarana sampai percepatan tujuan pendidikan yang masih saja belum mampu kita gapai, pendidikan kita malah disuguhi oleh bangunan budaya negatif yang menghitamkan geliat pencerahan kehidupan anak-anak bangsa.
Selain itu, yang menjadikan miris lagi adalah pelakunya sesama murid di instansi pendidikan, bayangkan saja, kegiatan belajar di dunia pendidikan yang harusnya menjadi ajang bertumbuh kembang bersama malah meninggalkan citra negatif akibat kasus sesama murid yang berlangsung.
Dampaknya pun tak sederhana, trauma akibat perlakuan kasar sesama, ketakutan karena menjadi korban perundungan atau tradisi balas dendam kepada calon korban yang dianggap lemah menjadi getirnya persoalan pendidikan yang mengharuskan kita semua tangani keberlangsunggannya.
Kepahitan pendidikan lebih lanjut seperti data yang dirilis oleh KPAI bahwa pada tahun 2022, jumlah pengaduan yang masuk dengan kategori anak korban kejahatan seksual, anak korban kekerasan fisik dan/atau psikis, anak korban pornografi dan cyber crime sebanyak 2.133 kasus (KPAI, 2022). Melihat jumlah kasus yang tak sedikit ini, sudah saatnya pengarusutamaan penanganan kasus kekeraasan dan mewujudkan lingkungan pendidikan yang semakin aman dan nyaman menjadi prioritas. Pendidikan yang ada perlu kemudian selain berorientasi pada tercapainya tujuan utamanya, tapi juga mampu memberikan ruang yang jauh lebih sehat bagi tumbuh kembang peserta didik kita.
Perlu tindakan yang Responsif
Penyelenggaraan pendidikan harus mampu membangun nuansa yang tidak hanya berfokus belajar dengan baik tapi juga lingkungan aman dari ketakutan adanya perundungan sesama murid. Berbagai potensi yang berkemungkinan memunculkan hal negatif perlu dicegah sedini mungkin, misalnya seperti berkonsentrasi pada pendidikan karakter, ekstrakulikuler yang menarik dan pentingnya peran guru memberikan praktik baik di lingkungan sekolah adalah hal yang bisa mulai dilakukan. Penindakan tegas terhadap pelanggaran dan pembinaan secara lebih juga bisa lakukan agar kasus yang ada memberikan efek jera dan memperkecil potensi untuk diikuti.
