Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi

Negara Ini Berdasarkan Konstitusi

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi
Sumber :
  • Jay Bramena/ VoxPop.co.id

Distribusi ekonomi menjadi terpusat ke Jakarta. Tukang-tukang dagang menumpuk di terminal. Bagaimana kalau terminalnya di Purwakarta? Bus cukup sampai di Purwakarta, dari sana diangkut dengan trans, atau naik kereta dengan kecepatan satu jam sampai. Mobil-mobil besar, pengangkut barang, pasar basahnya di sini saja, mengangkut ke Jakartanya dengan mobil-mobil kecil saja. Clear. Berarti saya sudah mengurangi sampah Jakarta dari terminal dan kemacetan.

img_title Ketika Massa FPI Minta Pengawalan Polisi

FPI menjuluki Anda sebagai Raja Syirik?

Syirik, sesat, itu menjadi hal yang biasa sekarang. Setingkat pak Quraish Shihab saja disebut sesat, Mahfud MD, Gusdur, Cak Nur pemikir besar disebut kafir. Kebetulan saya adalah pengagum pemikiran-pemikiran mereka.

img_title Habib Rizieq Ditolak ke Purwakarta, Ini Reaksi FPI

Saya memahami itu dalam tiga pokok pikiran, keislaman, kemodernan, dan ke-Indonesiaan. Ketika bicara ke-Indonesiaan, ke-Sundaan saya masuk dalam ruang lingkup kebudayaan masa lalu. Kenapa setiap nilai-nilai kebudayaan masa lalu bangsa saya orang Sunda atau Jawa selalu dimusyrikan? Selalu dibuat identitas bertentangan dengan agama? Letak bertentangannya di mana? Itu yang menjadi pertanyaan saya.

Tetapi, kebudayaan yang dibawa dari Timur Tengah itu juga banyak, yang ada sebelum zaman Nabi Muhammad. Misalnya Pak Said Agil pernah menyampaikan dalam ceramahnya, masjid itu menggunakan menara. Menara itu dari munara. Munara itu adalah tempat penyimpanan api, yaitu, orang-orang Majusi waktu itu menyembah api yang disimpan di menara. Kemudian, menara itu menjadi khasanah masjid yang dipakai di kita semua. Kenapa itu boleh? Kenapa yang di kita tidak boleh?

img_title Tolak Habib Rizieq, Ribuan Warga Purwakarta Turun ke Jalan

Bagi saya, nilai-nilai masa lalu itu penuh kearifan. Misalnya orang Sunda, silih asah, silih asih, silih asuh. Ada kereta kencana dikasih ratus dan bunga, apa bedanya dengan bendera yang dihormati? Sama. Itu simbolisasi saja. Kalau itu tidak boleh, harusnya bendera itu tidak boleh juga. Artinya, sama saja sebenarnya, setiap orang masih menghormati simbolisasi. Hanya saja beda bentuknya.

Pohon diberi kain, masalahnya apa? Dianggap seperti Hindu? Itu khas Bali. Di India, tidak ada seperti itu. Bukan khas Hindu. Bali itu khasnya budaya nusantara. Bagus mana pohon diberi kain dengan dikasih paku dan iklan? Apa yang jadi masalah? Kain kotak-kotak warna hitam? Itu bukan barang baru di kita. Semar dalam wayang golek itu pasti kainnya kotak-kotak hitam, Hanoman juga. Karena orang Indonesia itu mengenal dua warna, hitam dan putih, sama seperti di Mekkah. Warnanya hitam. Artinya, warna hitam dan putih memiliki filosofi. Kalau kotak-kotaknya dipermasalahkan, harusnya papan catur juga tidak boleh.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut