- Jay Bramena/ VoxPop.co.id
Kenapa Anda memilih melakukan sendiri dan tidak menyuruh bawahan?
Kadang-kadang lambat. Begini, kalau saya memerintah misalnya, camat, camat tolong kirim beras. Nanti ada pertanyaan, pak berasnya dari mana? Saya harus bayar dan memakai anggaran apa? Dilelang atau tidak berasnya? Lama.
Kalau saya tidak. Saya ambil beras dari toko, nanti saya yang bayar. Saya sendiri punya berasnya banyak. Sawah saya cukup. Karena menghindari birokrasi. Mending kalau camatnya respect langsung dia mengambil. Nanti, camat memerintahkan sekmat (sekretaris camat). Sekmat memerintahkan kepala seksi, kepala seksi memerintahkan staf. Itu rapatnya bisa dua minggu baru selesai.
Apa benar Anda meminta PNS untuk puasa dua hari dalam sepekan?
Saya di situ tidak bicara dalam sudut pandang spiritualitas atau agama, tetapi terkait ketahanan pangan. Misalnya begini. Satu orang menghabiskan satu gelas dalam setiap hari, kurang lebih satu perempat liter. Misalkan 250 gram, diefisienkan dikali seminggu, berarti 500 gram berarti setengah kilo. Dikali jumlah PNS 20 ribu, dikali setengah kilogram dalam setiap minggu berarti 10 ribu kg, berarti 10 ton dikali sebulan, berarti 40 ton. Belum gula, garam, belum yang lain. Pegawai negeri banyak yang perutnya sudah tambun.
Apa benar Anda juga mempekerjakan ‘Pak Ogah’?
Saya itu merasa aneh. Ini negara jaringan pasukannya banyak sekali, tetapi kenapa orang parkir masih memakai swasta? Swasta artinya orang perorangan yang mengatur secara sukarela dengan bayaran seribu, dua ribu. Negara di mana? Kalau sudah seperti itu masalah. Pertimbangan saya, kalau mereka saya gantikan dengan para pegawai saya, nanti mereka bisa saja menganggur, mending jika melakukan perbuatan baik, kalau berbuat kejahatan? Maka solusinya adalah angkat saja mereka menjadi pegawai, tenaga sukarela Dinas Perhubungan.
Apa benar Anda mengusulkan sejumlah program kepada Ahok (Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama)?
Sebenarnya kita ini, seluruh penyelesaian programnya tidak terintegrasi. Jakarta memiliki program sendiri, Bekasi juga, Karawang, Purwakarta, Bogor, punya program sendiri. Bagaimana jika kita bicarakan bersama. Apa problem Jakarta. Problem Jakarta adalah kemacetan, disebabkan oleh apa? Ternyata, mobil-mobil besar, bus, truk, angkutan barang, karena mobilitasnya lambat. Truk bawa apa? sampah, dikirim ke pasar, bus bawa penumpang.
