Raffia Arshad Jadi Hakim Berjilbab Pertama di Inggris
VoxPop – Nama Raffia Arshad mendunia setelah beredar kabar di sejumlah media asing, wanita cantik ini menjadi hakim berjilbab pertama di Inggris.
Dikutip laman Metro, Raffia Arshad (40), seorang wanita yang telah menjadi salah satu hakim yang mengenakan jilbab pertama di Inggris mengatakan, dia ingin kaum muda Muslim tahu bahwa mereka dapat mencapai apa pun yang mereka pikirkan.
Raffia Arshad mulai memimpikan karier di bidang hukum ketika dia masih berusia 11 tahun. Ketika itu, dia mulai mempertanyakan apakah mungkin, wanita sepertinya bisa meraih mimpinya, dan jika seorang wanita kelas pekerja dari latar belakang etnis minoritas bisa mencapai karier yang tinggi.
30 tahun kemudian, mimpi menjalani karier di bidang hukum pun terwujud. Raffia Arshad bukan hanya seorang pengacara yang sukses, tetapi dia juga resmi dilantik sebagai Wakil Hakim Distrik di wilayah Midlands pekan lalu.
Angka-angka terbaru dari hakim yang menyatakan informasi mereka ke Kantor Yudisial menunjukkan bahwa, dari 3.210 di pengadilan di seluruh Inggris dan Wales, hanya 205 (6 persen) dari latar belakang BAME. Hanya 1.013 (31 persen) adalah perempuan, per 1 April 2019.
Berbicara kepada Metro.co.uk, ibu tiga anak itu mengatakan dia sekarang ingin memastikan suara keragaman didengar dengan keras dan jelas. Dia berkata, "Ini pasti lebih besar dari saya, saya tahu ini bukan tentang saya. Ini penting untuk semua wanita, tidak hanya wanita Muslim, tetapi sangat penting bagi wanita Muslim. Ini adalah sesuatu yang telah saya upayakan selama beberapa tahun dan saya selalu membayangkan saya akan benar-benar gembira ketika saya mengetahuinya."
"Saya senang, tetapi kebahagiaan yang saya miliki dari orang lain berbagi ini jauh lebih besar."
Baca Juga: Zeina Nassar, Petinju Berhijab Pencatat Sejarah di Jerman
Diakuinya, dia banyak menerima email dari orang, pria dan wanita. Isinya mayoritas berupa dukungan. Mereka merasa bangga, mengenakan jilbab ternyata masih bisa meraih cita-cita tinggi. "Mereka mengenakan jilbab dan mereka pikir mereka bahkan tidak akan bisa menjadi pengacara, apalagi seorang hakim.
Meskipun Raffia banyak mendapat dukungan, tak dipungkiri dia masih menghadapi diskriminasi dan prasangka. Hakim yang bermarkas di Midlands, yang tumbuh di Yorkshire Barat bahkan sempat mengalami salah satu momen paling mendalam dalam kehidupan kerjanya ketika ia dinasihati oleh anggota keluarganya sendiri untuk tidak mengenakan jilbabnya saat wawancara untuk mendapatkan beasiswa di Inns of Court School Hukum pada tahun 2001.
